0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Banyak Terjerat Kasus Narkoba, Gaya Hidup Pilot Akan Diawasi

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Kasus pilot pesawat yang ditangkap karena mengkonsumsi narkoba jadi sorotan. Kementerian Perhubungan akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengevaluasi gaya hidup pilot.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah seorang pilot Lion Air berinisial MS digerebek aparat Reserse Narkoba Polres Kupang Kota di salah satu hotel di Kupang, Senin (4/12). Pelaku ditangkap di kamar 205 sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Saat digerebek, aparat Satnarkoba Polres Kupang Kota menyita sabu seberat 0,3 gram, satu alat isap berikut pipet kaca, dua pemantik serta empat sedotan plastik. Jelas itu adalah kasus yang kesekian kali.

“Setelah masa liburan ini saya akan kerja sama dengan BNN untuk melakukan evaluasi ‘lifestyle’ dari pilot-pilot ini seperti apa. BNN yang lebih tahu karena BNN pernah menceritakan kepada saya ada suatu lifestyle tertentu,” kata Budi Karya, Sabtu (23/12).

Ia menjelaskan bahwa pilot merupakan profesi yang mulia. Memiliki tanggung jawab besar kepada penumpang, sehingga seharusnya sadar untuk selalu mawas diri dan melakukan gaya hidup yang baik.

Ada pun kerja sama dengan BNN akan lebih mendasar dan meneliti sejumlah bagian tubuh, seperti kuku dan rambut untuk mengidentifikasi riwayat seseorang pernah menggunakan narkoba.

“Karena lewat kuku dan rambut ini pengguna yang lama juga ketahuan, bahkan jika dia tidak melakukan pada saat itu, bisa di-warning,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa tidak seluruh pilot memiliki gaya hidup tertentu yang kurang baik. Kerja sama ini sebagai upaya preventif agar tidak terulang kembali awak pesawat yang kedapatan mengonsumsi narkoba dan minuman keras sebelum menjalankan tugasnya.

“Lifestyle itu kalau kita ke suatu kota, malamnya ngapain? Tidur atau pijat, atau ngopi, apa saya tidak tahu. Itu yang akan kami lihat,” kata Budi.

Budi pun menindak tegas pilot Lion Air yang kedapatan pesta sabu di hotel Kupang. Dia berjanji mengambil tindakan sesuai dengan prosedur yang berlaku di kementeriannya.

“Kita akan tindak tegas. Kia akan cabut license-nya,” tegasnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12).

Sebelumnya, ada dua pilot Susi Air positif morfin saat dicek urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan laboratorium di BNN Pusat.

Kasus ini kian menambah potret suram wajah penerbangan tanah air. Ada juga seorang pilot maskapai penerbangan Citilink pesawat QG-800 jurusan Surabaya-Jakarta, diduga mabuk, Rabu (28/12). Kecurigaan itu menyusul para penumpang yang aneh mendengar informasi dari sang pilot saat hendak berangkat. Belakangan video diduga sang pilot ketika memasuki bandara pun beredar luas di media sosial.

Kepala BNN Pusat Komjen Budi Waseso sempat menyebut, hampir semua insiden kecelakaan pesawat akibat sang pilot menggunakan narkoba. Dikatakannya, pesawat Lion Air Penerbangan 904 kala itu berangkat dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Saat pendaratan, pesawat justru mengalami kecelakaan dan mengakibatkan badan pesawat terbelah akibat mendarat di luar dari landasan.

“Saat itu pilotnya ada indikasi menggunakan narkoba dan sudah di proses,” kata Budi.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge