0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Rentetan Cerita Dibalik Penghuni Rumah Pohon Plesungan

(Budiyanto memaksa keluarganya tinggal terisolasi di rumah pohon. (foto: Raymond))

Karanganyar – Sikap kasar Budiyanto kepada keluarganya disesalkan banyak pihak. Berbagai perilakunya juga tak seperti seorang waras.

“Ternyata, Budiyanto pernah menjual tanah keluarganya di Plesungan. Entah uangnya sekarang jadi apa. Dia memilih tinggal terisolasi di rumah pohon bukan karena miskin. Dia juga sebenarnya bisa tinggal di rumah keluarga istrinya di Desa Kragan, Gondangrejo tapi menolak. Di sana juga sudah direhab RTLH,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan, Kamis (21/12).

Sebelum tinggal di rumah pohon, Budiyanto dan keluarganya menggelandang. Warga yang menaruh simpati, meresa tak tega melihat anak-anaknya tidur di jalanan.

Pemdes Plesungan mempersilakannya menempati rumah pohon di tanah kas desa. Sekira enam bulan berlangsung tinggal di sana, kisahnya pun kini tersiar.

Sempat dikabarkan kemiskinan membuatnya mengalami nestapa. Namun, hal itu ditepis Juliyatmono.

“Ditawari bekerja di pembangunan Sendang Plesungan. Upahnya Rp 70 ribu perhari. Sudah lumayan daripada memulung sampah. Itu ditolaknya,” katanya.

Marmi, istri Budiyanto mengatakan suaminya itu berubah kasar sejak pulang dari merantau. Ia kerap dihajar apabila menolak kemauannya. Anak-anak mereka kini menjadi korban karena dipaksa putus sekolah.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge