0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jelang Natal, Satgas Mafia Pangan Pantau Harga Sembako

Pedagang cabai (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Harga sejumlah komuditas pangan di Kabupaten Sragen mendekati Natal dan Tahun Baru 2018 mengalami kenaikan. Kenaikan harga pangan tertinggi pada cabe rawit merah yang mencapai Rp 33.000 dan telur ayam ras yang mencapai Rp 8.000. Kendati harga naik namun permintaan masyarakat stabil.
“Pekan lalu itu rawit sret Rp  24.000, kemarin sudah Rp 30.000. Sekarang malah sampai Rp 33.000. Kenaikan tiap hari. Kami tidak tahu penyebabnya karena harga kulak juga naik,” kata salah seorang pedagang cabe di Pasar Bunder Sragen, Jumat (22/12).
Sedangkan untuk telur ayam harga mengalami kenaikan menjadi Rp 24.000 dari pekan lalu Rp 16.000. Kemudian daging ayam naik Rp 4.000 menjadi Rp 32.000. Harga beras rata-rata mengalami kenaikan Rp 1.000, kecuali untuk ketan naik sampai Rp 5.000.
Kenaikan harga hingga distribusi sejumlah komuditas pangan di sejumlah pasar tradisional juga menjadi perhatian Satgas Mafia Pangan. Satgas menjamin kelancaran distribusi pangan, agar tidak terjadi kenaikan harga terlebih kelangkaan bahan pangan.
“Teori ekonomi jika terjadi peningkatan permintaan maka harus diimbangi dengan suplai yang cukup agar tidak terjadi kenaikan harga. Dari pusat memastikan suplai tercukupi, maka yang harus diamankan saluran distribusinya,” kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, belum lama ini.
Menurut Kapolres, Satgas Pangan memastikan tidak ada penimbunan stok pangan di Sragen, karena akan berpengaruh pada kenaikan harga. Selain itu juga  tidak ada monopoli yang memainkan harga pangan.
“Pemantauan harga pangan juga intens dilakukan di pasar-pasar induk untuk memastikan ketersedian bahan pangan,” terangnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge