0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sheva Imut, Otak Serangan Putri Mataram

Pesepakbola wanita di tim Putri Mataram, Sheva Imut Furyzcha. (foto: Aryo Atmaja)

Solo – Putri Mataram kembali mentahbiskan dirinya sebagai raja turnamen sepak bola wanita bertajuk Bengawan Cup III. Trofi turnamen tahun ini kembali diraih kesebelasan asal Sleman DIY, usai menaklukkan Putri Kediri 1-0 dalam partai final di Stadion Sriwedari, Jumat (22/12) sore.

Di balik kesuksesan mempertahankan gelar, Putri Mataram tampaknya harus berterimakasih kepada Sheva Imut Furyzcha (13) yang menjadi nyawa permainan timnya. Permainan impresif selama gelaran Bengawan Cup III, amat membantu hasil positif Putri Mataram. Terutama saat partai final mengalahkan Putri Kediri.

Beroperasi di sisi kanan penyerangan, pertahanan lawan dibuat kocar-kacir oleh gerakan Sheva Imut. Dirinya juga berperan atas proses gol yang dicetak Novelia Widyawati.

Berawal dari umpan silangnya, Novelia menjebol gawang Putri Kediri. Atas penampilannya, Sheva juga terpilih menjadi pemain terbaik di ajang Bengawan Cup III.

Sheva ternyata adalah salah satu pilar penting bagi Putri Mataram. Dirinya tercatat pernah membela Timnas sepak bola wanita Indonesia di ajang Piala AFF di Laos beberala waktu lalu.

“Senang rasanya baru pertama kali ikut Bengawan Cup, bisa membawa Mataram juara dan menjadi pemain terbaik,” ungkap Sheva, Jumat petang.

Pemain yang membela Bangka Belitung di turnamen Piala Pertiwi beberapa waktu lalu ini mengaku akan tetap fokus menjadi pesepakbola wanita meski usianya masih sangat belia, yakni 13 tahun. Cita-cita siswi kelas 8 SMP 24 Surabaya ini juga masih belum berubah, menjadi punggawa Timnas senior Indonesia.

“Awalnya saya bergelut dengan sepak bola adalah dulu sering main bola sama anak cowok. Kemudian ayah mendaftarkan saya ke SSB. Sempat ikut turnamen Bude Karwo Cup 2016 dengan membela Persida Sidoarjo,” tandas gadis kelahiran 20 April 2004 silam ini.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge