0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Haul Gus Dur Diperingati dengan Wayang Dakwah

Pagelaran wayang dakwah dalam rangka haul Gus Dur, di Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Pengurus Ansor Kabupaten Sukoharjo menggelar seni wayang kulit dengan judul Wahyu Kamulyan. Uniknya, pementasan wayang dakwah dimanikan oleh dua dalang sekaligus dan menceritakan tentang pengembaraan seorang murid mencari guru seorang guru untuk belajar.

“Wayang dakwah ini digelar dalam rangka memperingati Haul ke 8 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) agar bisa meneladani sosok Presiden ke 4 Republik Indonesia. Ini baru pertama kali diadakan di Sukoharjo, dan jumlah peserta mencapi 1000 orang meskipun sejak sore kemarin sampai malam hujan,” kata Ketua Ansor Sukoharjo, Sahid Mubarok, Jumat (22/12).

Wayang dakwah dengan lakon Wahyu Kamulyan yang digelar di Halaman Gedung Budi Sasono tersebut dimainkan dua orang dalang, yakni KH Sri Setyo dan KH Bintoro. Meskipun dalam kondisi hujan, seluruh peserta masih bertahan hingga acara berakhir sekitar pukul 24.00 WIB.

Melihat antusiasme masyarakat dan warga NU di Sukoharjo yang cukup baik, acara ini akan diagendakan secara rutin setiap tahun. Selai untuk memperkuat dan memupuk kebersamaan warga NU dengan masyarakat, juga untuk menghargai, meneladani dan mengenang sosok Gus Dur sebagai tokoh yang memberi tauldan yang baik.

“Akan kita agendakan rutins setiap tahun, karena acaranya cukup bagus untuk pendidikan karakter, khusunya warga NU dan anggota Ansor maupun Banser. Karena Gus Dur adalah seorang yang sangat menghargai pemikiran generasi muda dan seorang guru yang memberi tauladan yang baik,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge