0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Dugaan Penipuan Ketua REI Solo, Ini Tuntutan JPU

Solo — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, menuntut terdakwa kasus penipuan Antonius Hendro Prasetyo, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota Solo, dengan tuntutan hukuman enam bulan pidana dengan masa percobaan satu tahun. Tuntutan dibacakan langsung oleh JPU, Herawati dan I Wayan Agus Waliyana di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo, Kamis (21/12) siang.

“Menuntut pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama enam bulan dengan masa tahanan percobaan selama satu tahun,” kata JPU, Herawati membacakan tuntutannya dihadapan majelis hakim.

Menurut JPU, tindakan yang dilakukan terdakwa telah merugikan saksi korban senilai Rp 481 Juta. Tak hanya itu, JPU juga menilai jika perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa juga meresahkan masyarakat.

Menanggapi tuntutan tersebut, kuasa hukum korban, Zaenal Mustafa menilai jika tuntutan yang dijatuhkan oleh JPU terlalu ringan. Pasalnya, jeratan pidana yang mengacu pada Pasal 378 atau penipuan dapat dituntut hukuman minimal empat tahun.

“Saya pernah menangani kasus yang sama. JPU mampu menjatuhkan tuntutan hingga empat tahun. Dalam kasus ini, kenapa kok cuma enam bulan pidana dan percobaan setahun,” tandas Zaenal.

Sebaliknya, bagi terdakwa tuntutan yang diberikan oleh JPU tergolong sangat tinggi. Mengingat, dirinya sama sekali tidak menikmati uang milik terlapor Kim Yun Tae atau Mr.Kim sepeser pun. Disisi lain, dalam berkas tuntutan yang dibacakan oleh JPU di hadapan Majelis Hakim terdapat sejumlah barang bukti yang harus dikembalikan Antonius kepada terlapor. Diantaranya, dua buah brosur M-Icon, selembar tanda terima uang sebesar Rp 481 juta dari PT Athaya Real Estate Indonesia, selembar aplikasi kiriman uang, perjanjian jual beli tertanggal 18 Februari 2015 dan sebuah celana warna abu-abu.

“Saya menilai tuntutan itu sangat tinggi. Lha wong saya tidak menikmati uang itu, wong saya ini juga korban. Ditambah, saya makin bingung untuk mengembalikan celana abu-abu yang ada pada berkas salinan tuntutan JPU. Celana apalagi ini,” kata Antonius.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge