0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Air Masuk Pemukiman, Warga Minta Kali Dengkeng Dikeruk

Perbaikan tanggul yang merendam persawahan di Desa Ngandong, Gantiwarno, Klaten (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Limpahan air Kali Dengkeng sempat menggenangi Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Rabu (20/12) malam. Hal tersebut menyusul hujan deras secara merata sejak pukul 14.00 WIB.

“Memang sempat masuk ke pemukiman warga, tapi sekitar pukul 22.00 WIB sudah mulai surut hingga pagi ini,” kata Koordinator Relawan Pandanaran, Kusdaryatno, Kamis (21/12).

Menurut dia, ketinggian air masuk ke perkampungan yang berdekatan dengan kompleks makam Sunan Pandanaran tersebut bervariasi 30 cm-50 cm. Sebab debit air di Kali Dengkeng meluap dan limpahannya masuk ke pemukiman.

“Kemarin Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo juga sempat datang. Akar masalahnya pendangkalan dan penyempitan sungai. Satu-satunya solusi ya normalisasi atau pengerukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanganggulan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Bambang Giyanto, ketinggian air di beberapa wilayah seperti Prambanan, perbukitan seribu yang berbatasan dengan Gunungkidul, Gantiwarno, dan Wedi langsung turun drastis sekitar pukul 17.30 WIB. Lantaran hujan telah reda.

“Semalam sekitar 30 warga Desa Beluk (Bayat) memang sempat berkumpul. Tapi pukul 22.00 WIB sudah surut. Sedangkan di Mlese (Gantiwarno) kita kirim 500 karung untuk menambal afur sungai ambrol. Saat ini semua sudah surut,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge