0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Asal Muasal Tradisi Menggantung Kaos Kaki Saat Natal

Menggantung kaos kaki saat Natal. (dok: timlo.net/ sheknows.com)

Timlo.net—Di beberapa negara terdapat sebuah tradisi di mana orang menggantung kaos kaki mereka di bawah cerobong asap. Biasanya yang melakukannya adalah anak-anak kecil. Mereka berharap Sinterklass akan datang pada tengah malam dan mengisi kaos kaki itu dengan hadiah. Sayangnya jarang orang mengetahui jika sejarah di balik tradisi itu cukup gelap.

Kisah di balik tradisi itu dimulai dari seorang bangsawan yang kehilangan istrinya. Sang istri meninggal karena sebuah penyakit yang panjang dan menyakitkan. Sang duda harus membesarkan tiga puterinya sendirian. Dia lalu kehilangan uangnya karena salah mengelolanya.

Pada waktu itu, para wanita yang tidak bisa membayar mahar tidak bisa menikah. Sebagian besar mereka terpaksa terlibat prostitusi untuk bertahan hidup. Sang ayah dan ketiga puterinya kuatir jika hal yang sama akan menimpa mereka, tulis LiveScience.

Seorang mantan biarawan bernama Sinter Klaus, juga dikenal sebagai Santo Nicholas mendengar persoalan keluarga itu. Santo Nicholas adalah sosok yang menjadi dasar cerita Sinterklass. Dia memutuskan membantuk keluarga itu diam-diam.

“Untuk menolong para gadis dari prostitusi, uskup Nicholas yang baik diam-diam meninggalkan kantong-kantong berisi emas di dekat cerobong asap untuk mereka, satu per satu,” tulis Donald E. Dossey dalam bukunya, “Holiday Folklore, Phobias, and Fun”.

“Hadiah emas ketiga jatuh ke dalam sebuah kaos kaki yang digantung di dekat cerobong asap untuk dikeringkan,” tambah buku itu.

Menurut legenda, ayah dari ketiga puteri itu memergoki St. Nicholas meninggalkan salah satu hadiah pada malam hari saat yang lain tidur. St. Nicholas memohon sang ayah tidak memberitahu siapapun. Tapi sikap dermawan sang uskup menyebar dengan cepat. Kisah itu berakhir dengan ketiga puteri itu menemukan suami mereka, menikah dan hidup bahagia selamanya. Bahkan kondisi keuangan mereka begitu baik hingga mereka bisa menolong ayah mereka.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge