0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Alasan Ingin Dekat Keluarga, Is Pilih Mundur dari Payung Teduh

Is, vokalis Payung Teduh (merdeka.com)

Timlo.net — Payung Teduh merilis album terbaru mereka yang bertajuk RUANG TUNGGU. Ekspektasi publik cukup besar pada album ini, mengingat band yang digawangi oleh Is, Comi, Ivan dan Cito ini sebelumnya merilis dua single yang cukup hits, yakni Akad dan Di Atas Meja.

Sayangnya, sebuah kabar yang kurang mengenakkan mewarnai perilisan album baru Payung Teduh. Ya, sang vokalis, Is belum lama ini membuat pernyataan resmi jika dirinya bakal hengkang dari band yang telah membesarkan namanya tersebut, tepatnya per awal tahun 2018.

Banyak orang yang menyayangkan keputusan Is dan juga bertanya-tanya alasannya. Tak jarang yang membuat asumsi sendiri-sendiri. Setelah selama ini bungkam, pria bernama lengkap Mohammad Istiqamah Djamad itu pun akhirnya memberikan sedikit alasannya.

“Saya berhenti per 1 Januari 2018, jadi kami beresin sisa kontrak manggung aja sampai 31 Desember 2017 di Salatiga, dan abis itu saya pasti langsung berkarya lagi. Jadi berkaryanya belum selesai, tapi saya ingin berkarya lebih banyak di rumah. Karena anak bayi saya lagi tumbuh-tumbuhnya dan momen itu nggak bisa diulang kalau mereka udah kelas 6 atau kelas 7, udah nggak bisa lagi ditanamkan keindahan-keindahan berkeluarga itu. Gitu sih,” jelas Is ketika ditemui di KFC, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (19/12).

Is yakin jika popularitas Payung Teduh tak akan runtuh meski jalan tanpa dirinya. Ia bakal terus mendukung para sahabatnya itu untuk terus berkarya dan bisa sukses di masa depan nanti.

“Menurut saya Payung Teduh justru baru memulai. Kemarin Payung Teduh berkarya membuat identitasnya. Kalau dibilang ini puncak kejayaan Payung Teduh, itu terlalu egois, jangan menilai terlalu dini karena kita nggak tau Payung Teduh bisa jadi seperti apa di masa depan. Saya pun abis ini bisa makin terpuruk atau gimana nggak tau, nggak mau peduli. Ikuti kata hati saya mau berkarya, teman-teman ingin berkarya. Dan kalau dilarang ya masa ketemu terus nggak boleh pisah? Terlalu nggak manusiawi dong nggak kayak dunia ini dong?” tutur Is.

Tentunya ada kesedihan dalam hati Is karena harus meninggalkan Payung Teduh. Namun Ia tak mau terlalu banyak membahas soal keputusannya hengkang pada kesempatan itu.

“Pastinya (fans sedih), sayapun sedih. Tapi tidak menyayangkan, yah senatural aja itu seperti kehidupan biasanya. Jangan menanyakan hal seperti ini, takutnya menimbulkan asumsi yang berlebihan,” tanda Is.

(kpl/pur/gtr)

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge