0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dirawat di RSUD Karyadi, Siswa SD Asal Ampel Suspect Difteri

Ilustrasi Pasien (merdeka.com)

Boyolali — Seorang siswa SD Kelas IV warga Ngadirojo, Ampel, harus dirujuk ke RSUD Kariadi, Semarang, dinyatakan suspect Difteri. Untuk kepastianya, masih menunggu hasil tes laboratorium RSUD Karyadi.

“Masih suspcet Difteri, namun penangganannya di rumah sakit seperti pasien Difteri,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Boyolali, Sherly Jeanne Kilapong,  Selasa (19/12).

Menurut Sherly, pasien yang masih anak-anak tersebut sebelum dibawa ke RSUD Karyadi, sempat dirawat di rumah sakit di Salatiga. Barulah pada Senin kemarin (18/12), dirujuk ke Karyadi.

“Kalau nanti hasil usapan tenggorokan ditemukan kuman Difteri, berarti positif. Tetapi pasien sudah diberlakukan seperti pasien Difteri,” lanjutnya.

Sembari menunggu hasil laboratorium, Dinkes sudah melakukan penyelidikan epidemiologis. Bila nanti dinyatakan positif Difteri, akan dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI). Untuk saat ini, pihaknya masih dalam tahap persiapan. Rencananya, pemberian imunisasi dengan sasaran anak-anak dari usia 2 bulan sampai kurang dari 19 tahun.

“Tadi barusan kita rapatkan dengan Direktur RS dan kepala Puskesmas se-Boyolali,” lanjutnya.

Terpisah, menurut Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Lina, stok atau persediaan vaksin difteri masih tersedia. Untuk imunisasi Difteri (DPT) per bulan Desember 2017 ada 1.268 vial dengan jumlah sasaran 1.217 anak, dimana kebutuhan idealnya 608 vial. Sedangkan untuk vaksin TD (tetanus difteri) masih ada 750 vial.

“Stock masih cukup aman,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge