0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hendak Menolong, Pelajar Ini Malah dapat Bogem Mentah

ilustrasi penganiayaan (merdeka.com)

Solo – Seorang pelajar, menjadi korban penganiayaan di Kawasan Jalan Adi Soemarmo tepatnya di Jembatan Komplang, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo. Saat ini, kasus tersebut masih ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Solo.

“Kasusnya sudah saya laporkan ke Polisi,” terang ayah korban, Cucuk Kristiawan saat dimui wartawan di Mapolresta Solo, Selasa (19/12) siang.

Kasus ini bermula saat korban, berinisial GR (15) asal Kelurahan Ngadisono, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo melaju dengan mengendarai motor jenis Kawasaki Ninja dari arah barat menuju ke timur di Kawasan Jalan Adi Soemarmo pada 2 November lalu. Saat bersamaan, melaju kencang pelaku berinisial BY (39) mengendarai motor jenis Yamaha RX King dari arah yang sama. Sesampai di Jembatan Komplang, tiba-tiba BY menabrak bagian belakang motor yang dikendarai korban bersama rekannya berinisial ADP (15). Usai menabrak itulah, pelaku terjatuh dari motor yang dikendarai.

Melihat BY terjatuh, GR bersama rekannya berinisiatif untuk menolong dengan memutar kendaraan yang mereka kendarai. Namun, sesampai dilokasi GR yang berniat untuk menolong tersebut malah dihadiahi bogem mentah oleh pelaku. Tak sampai disitu, korban yang dalam posisi terjatuh juga ditendang menggunakan kaki tepat dibagian muka hingga belasan kali. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala.

Terkait kasus tersebut, kedua belah pihak telah melakukan upaya damai di Satlantas Polresta Solo. Akan tetapi, tidak ada itikat baik dari pihak pelaku yang melakukan penganiayaan. Apalagi, korban mengalami luka dalam di bagian kepala. Ini diketahui dari hasil CT Scan yang dilakukan korban di Rumah Sakit Brayat Minulya.

“Anak saya mengalami luka di bagian kepala. Kami meminta upaya pertanggung jawaban dari pihak pelaku. Akan tetapi, nampaknya tidak ada itikat baik hingga akhirnya kami berinisiatif melaporkan kasus itu ke Polisi,” jelasnya.

Terkait kasus tersebut, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi mengatakan, pihaknya telah memanggil kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, terlapor atau BY mengakui jika telah menganiaya korban yang masih di bawah umur pada 2 November lalu. Terkait ancaman terhadap terlapor, dapat dijerat dengan Pasal Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) Pasal 80 ayat 1 dengan jeratan hukuman tiga tahun.

“Terlapor merupakan salah seorang karyawan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah-red) di Kota Solo. Saat ini masih kami dalami,” kata Kasat kepada wartawan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge