0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sepanjang 2017, Imigrasi Solo Deportasi 30 WNA

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Solo Santosa memaparkan hasil capaian kerja yang dilakukan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sebanyak 30 warga negara asing (WNA) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Klas I Kota Solo sepanjang tahun 2017. Alasan pendeportasian yang dilakukan oleh Imigrasi, lantaran WNA melanggar izin tinggal hingga tindakan penegakan hukum atau pro-justicia.

“Total ada sebanyak 30 WNA yang telah kita deportasi sepanjang 2017 ini,” terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Solo, Santosa, Selasa (19/12) siang.

Kebanyakan WNA yang dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kota Solo berasal dari Negara China. Disusul dari Korea Selatan, Malaysia dan Singapura. Meningkatnya jumlah WNA yang dideportasi, juga lantaran meningkatnya kesadaran masyarakat yang lebih peduli dengan keberadaan WNA. Pasalnya, jika hanya mengandalkan pemantauan atau screening petugas di bandara sangat sulit untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan WNA.

“Seperti yang kasus di Wonogiri, itu juga laporan dari masyarakat yang ditindaklanjuti dengan pendeportasian,” jelasnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 2.343 orang WNA mengajukan izin tinggal di Kantor Imigrasi Solo. Izin yang diajukan, mulai dari izin tinggal kunjungan sebanyak 996 orang, izin tinggal terbatas 1.313 orang serta sebanyak 34 WNA mengajukan izin tinggal tetap.

Sementara itu, Kasubsi Penindakan Kantor Imigrasi Klas I Surakarta, Yudhistira Yudha Permana mengungkapkan, dibandingkan tahun sebelumnya deportasi yang dilakukan Kantor Imigrasi Kota Solo meningkat dua kali lipat. Pasalnya tahun lalu tercatat hanya 16 WNA yang dideportasi, sedangkan tiga WNA mendapat tindakanprojusticia.

“Untuk projusticia biasanya hanya mendapat vonis pengadilan untuk membayar denda saja, jadi tidak sampai dideportasi,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge