0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tradisi Pohon Natal di Seluruh Dunia Bagian 5

Tannenbaum. (dok: timlo.net/seaworldparks.com)

Timlo.net—Pohon Natal menjadi salah satu hal yang kerap muncul dalam perayaan Natal. Masing-masing negara rupanya memiliki sejarah dan tradisi berbeda terkait pohon Natal. Bagaimana sejarah dan tradisi itu di masing-masing negara?

Jerman

Banyak tradisi Natal yang dipraktekkan di berbagai negara di dunia saat ini berasal dari Jerman. Menurut cerita, Martin Luther dianggap sebagai sosok yang memulai tradisi memasang pohon Natal di rumah.

Salah satu legenda menyatakan, suatu ketika Martin Luther berjalan pulang ke rumah melewati hutan. Dia lalu melihat betapa indahnya bintang-bintang bersinar menerobos pepohonan. Dia ingin berbagi keindahan itu dengan istrinya. Jadi dia memotong sebuah pohon cemara dan membawanya pulang. Begitu sampai, dia menempatkan lilin-lilin kecil pada dahan-dahannya. Dia lalu berkata jika pohon itu akan menjadi simbol dari langit yang indah saat Natal tiba. Itulah asal muasal pohon Natal.

Legenda lain menyatakan jika pada awal abad ke-16, masyarakat Jerman menggabungkan dua budaya yang dipraktekkan berbagai negara di seluruh dunia. Pohon Sorga (pohon cemara dihiasi dengan buah-buah apel), menggambarkan pohon pengetahuan di Taman Eden. Cahaya Natal, sebuah frame seperti piramida yang kecil, biasanya didekorasi dengan bola-bola kaca, sobekan kertas logam dan lilin di pucuk pohon. Pohon Cahaya Natal itu dianggap menyimbolkan kelahiran Kristus sebagai Terang Dunia. Buah-buah apel dalam pohon diganti dengan bola-bola kaca dan kue. Masyarakat Jerman menggabungkan Pohon Sorga dengan Cahaya Natal menjadi pohon Natal yang kita kenal sekarang ini.

Pohon Natal di negara itu disebut Tannenbaum, secara tradisional dihiasi dengan lampu warna warni, potongan kertas logam dan hiasan lainnya. Biasanya yang menghiasi adalah para ibu dan dilakukan diam-diam. Pada malam Natal, pohon itu dinyalakan dengan kue-kue, kacang-kacangan dan hadiah diletakkan di bawah dahan-dahannya.

Afrika Selatan

Natal bertepatan dengan libur musim panas di Afrika Selatan. Pohon Natal di sana tidaklah sering dijumpai. Jendela-jendela rumah seringkali dihiasi dengan kapas dan potongan kertas logam bercahaya, tulis History.com.

Arab Saudi

Orang-orang Kristen dari Amerika, Eropa, India, Filipina dan lain-lain yang tinggal di sini merayakan Natal secara pribadi di rumah mereka. Cahaya dari pohon Natal seringkali tidak ditoleransi pemerintah dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu kebanyakan warga Kristen di sini menempatkan pohon Natal mereka di tempat yang tidak terlihat dari luar.

Bagian 1 | Bagian 2| Bagian 3| Bagian 4| Bagian 6

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge