0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mengenal Selfitis, Obsesi Berfoto Selfie

Foto selfie Naruto. (ubergizmo. )

Timlo.net—Penelitian mengungkapkan sebuah gangguan baru yang disebut selfitis, obsesi untuk berfoto selfie. Istilah ini muncul pada 2014. Awalnya istilah itu berasal sebuah berita hoax yang menulis jika selfitis adalah gangguan mental. Artikel palsu itu bahkan mengutip the American Psychiatric Association. Tapi para peneliti menyelidiki fenomena ini setelah mereka meneliti “nomophobia”. “Nomophobia” adalah fobia yang dialami seseorang saat berjauhan dengan smartphonenya.

“Penelitian ini bisa dibilang membenarkan konsep selfitis dan menyediakan data benchmark untuk para peneliti lain supaya bisa digunakan dalam penelitian lebih lanjut terkait konsep itu dan dalam konteks berbeda,” tulis artikel penelitian yang ditulis Dr. Mark Griffiths dari Nottingham Trent University, dan Janarthanan Balakrishnan dari Madurai, India.

Konsep swafoto mungkin berkembang seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi. Tapi ada enam faktor identifikasi yang menjadi ciri selfitis dalam penelitian itu. Enam faktor itu bisa digunakan untuk memahami interaksi manusia dan komputer lewat perangkat seluler, tulis Metro.co.uk.

Kedua peneliti melibatkan 400 partisipan dari India. Mereka juga membuat skala perilaku Selfitis yang melihat pada faktor-faktor penyebab fenomena itu. Faktor-faktor itu adalah kepercayaan diri, mencari perhatian dan kompetisi sosial. Penelitian itu diterbitkan dalam the International Journal of Mental Health and Addiction. “Seperti halnya dengan kecanduan internet, konsep selfitis dan kecanduan selfie bermula sebagai hoax, tapi penelitian terkini termasuk artikel ini mulai membenarkan keberadaannya secara empiris,” tulis artikel penelitian itu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge