0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Protes Jalan Rusak, Warga Desa Dawungan Hadang Truk Galian C

Warga Desa Sepat dan Dawungan, Kecamatan Masaran menggelar aksi menutup jalan (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Warga Desa Sepat dan Dawungan, Kecamatan Masaran menggelar aksi menutup jalan yang dilintasi armada pengangkut material galian C di Dukuh Sarirejo, Desa Sepat. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas pelanggaran kesepakatan pengembang dan jalan Sarirejo-Pucuk yang rusak parah dan sering merenggut korban.

“Kalau jalan sudah diperbaiki, truk mau jalan lagi, silakan. Tapi sebelum dipenuhi, truk gak boleh lewat. Karena nggak hanya jalan rusak, pelanggaran kesepakatannya juga banyak,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dawungan, Widodo, Senin (18/12).

Menurutnya, kesepakatan yang dilanggar seperti jam kerja armada yang aturannya jam 07.00 – 16.00 WIB, ternyata jam 18.00 WIB masih jalan. Kemudian hari Minggu yang harusnya berhenti jalan, tapi banyak truk yang operasi.

Aksi blokade itu dilakukan puluhan warga dan tokoh masyarakat beberapa dukuh di sepanjang jalan Sarirejo-Pucuk diantaranya Dukuh Sarirejo, Bendungan dan Pucuk Desa Sepat. Selain itu juga diikuti warga dari Dukuh Bendungan dan Dawungan, Desa Dawungan.

Aksi dilakukan dengan menutup akses truk di Sarirejo dan menghentikan armada pengangkut galian C. Akibatnya belasan truk bermuatan material galian C terpaksa berhenti karena jalur ke luar ditutup oleh warga.

Anggota BPD Dawungan, Muh Arifin mempertanyakan masih beroperasionalnya galian C di Sarirejo, Desa Sepat. Sepengetahuan warga, lima hari lalu lokasi tambang tersebut sudah ditutup dengan garis polisi dari Polda dan Pemprov Jateng.

Kenyataannya, armada galian C masih nekat jalan dan penambangan terus dilakukan. Pihaknya berharap pengembang yang sejak awal membuat kesepakatan, bisa menaatinya.

“Padahal setahu kami lima hari lalu yang nutup dari provinsi. Bahkan backhoe masih digaris polisi tapi kenapa kok masih jalan terus, ” tanyanya.

Sukiman, tokoh masyarakat Bendungan menyampaikan, yang lebih parah, sejak jalan rusak sering terjadi kecelakaan. Hampir tiap hari ada yang terperosok karena licin dan berlubang. Bahkan belum lama ini terjadi kecelakaan di jalur tersebut dan meninggal dunia.

“Masyarakat sebenarnya sudah bosan tiap hari begini terus dan ingin jalan segera diperbaiki, ” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge