0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Air Terjun Pengantin, Antara Mitos dan Keindahan Alam

Pemandangan sebelum tiba di lokasi air terjun pengantin (timlo.net/achmad khalik)

Ngawi — Air Terjun Pengantin (ATP), mendengar lokasi wisata ini mungkin akan terasa sedikit menggelitik dan membuat rasa penasaran tergugah. Berawal dari sebuah obrolan tentang kawasan destinasi wisata di Kota Ngawi bersama sejumlah rekan, akhirnya nama tersebut menjadi salah satu alternatif untuk dikunjungi.

Ya, keesokan paginya sekitar pukul 08.00 pagi, kami mulai bergegas untuk mengunjungi lokasi wisata ATP yang berada di Dusun Besek, Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Lokasi yang terletak sekitar 1,5 jam sebelah selatan Kota Ngawi ini berada di kawasan kaki Gunung Lawu. Untuk menuju kesana, dapat mengambil jalur Jogorogo maupun Ngrambe. Jalanan khas pegunungan yang terjal dan sempit menjadi tantangan tersendiri untuk menuju kesana. Namun jangan khawatir, akses jalan yang menuju destinasi wisata tersebut sudah sempurna dan jarang sekali terdapat ‘jeglongan’ jalan.

Lokasi tangga menuju ke lokasi air terjun pengantin (timlo.net/achmad khalik)

Selama diperjalanan, pepohonan dan aliran sungan yang terhubung melalui jembatan menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Udara segar dan sejuk juga menjadi sebuah suguhan yang jarang dinikmati oleh masyarakat perkotaan.

Sesampai di lokasi parkir kendaraan,  gemercik air terjun yang terletak sekitar 1 kilometer sudah mulai terdengar. Untuk mencapai ke lokasi, pengunjung harus melewati anak tangga terjal. Akan tetapi jangan khawatir, anak tangga yang ada di lokasi tersebut telah dikelola dengan sangat baik sehingga aman untuk dilewati. Sekitar 15 menit kemudian, sampailah pada lokasi ATP.

Lelah, yang dirasa setelah hampir dua jam perjalanan akhirnya terbayarkan sudah. Suasana indah, dengan air terjun berketinggian sekitar 50 meter dan terbagi menjadi dua aliran itu menjadi pemandangan yang memanjakan indra penglihatan. Gemercik air yang jatuh dari ketinggian juga menjadi sebuah ‘musik’ alam yang menentramkan jiwa.

Tak hanya itu, setelah sampai dilokasi ini rasanya ingin berlama-lama menikmati keindahan alam. Namun, belum lengkap rasanya jika saat berada di lokasi ini tidak menikmati segelas teh panas khas Jamus yang telah terkenal kenikmatannya.

Wisata air terjun pengantin cocok menjadi menjadi tujuan wisata bersama-sama (timlo.net/achmad khalik)

Dengan segelas teh hangat ditangan, kami mengajak ngobrol penjual teh tersebut. Wanita paruh baya bernama Yatmi (52) itu, mengaku telah berjualan beberapa tahun terakhir di kawasan wisata tersebut. Selain berjualan, Yatmi juga penduduk sekitar di lokasi ATP. Konon, ada sebuah mitos bahwa bagi pasangan yang mengunjungi lokasi tersebut akan langgeng untuk selamanya. Dan, mitos itupun sudah berkembang di masyarakat ramai. Maka tak jarang, lokasi ini selain cocok untuk wisata keluarga juga cocok untuk beramai-ramai.

Awalnya, ATP disebut oleh masyarakat sekitar sebagai air terjun Jumog. Namun, sejak air terjun itu terbelah menjadi dua bagian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi memberikan nama baru untuk kawasan wisata itu. Upaya tersebut, juga sebagai salah satu re-branding untuk mengenalkan lokasi wisata ATP ke khalayak ramai.

Hingga akhirnya, setelah ngobrol panjang lebar, jam telah menunjukkan pukul 15.00 siang. Meski berat untuk meninggalkan lokasi menentramkan tersebut, akan tetapi dengan terpaksa dilakukan.

Namun, kami berjanji suatu saat akan kembali mendatangi lokasi itu lagi untuk membuat cerita yang berbeda.

Cocok juga sebagai spot we-fie untuk bersama-sama (timlo.net/achmad khalik)

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge