0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BI Melarang Sistem Bitcoin

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Bank Indonesia menghimbau masyarakat agar tidak melakukan investasi atau bertransaksi menggunakan mata uang virtual Bitcoin. Pasalnya selain tidak diatur sistem Bitcoin memiliki sifatnya yang spekulatif tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

“BI posisinya jelas menolak Bitcoin. Karena dengan sistem yang spekulatif seperti itu, bagaimana jika nanti sewaktu-waktu timbul fraud. Siapa yang akan tanggung jawab tidak jelas,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Senin (18/12).

Menurutnya, Bank Indonesia selama ini mencoba mengatur setiap sistem keuangan yang dikembangkan di Indonesia agar ada kepastian dan proteksi kepada masyarakat. Oleh karena itu, financial technologi (fintech) yang belakangan mulai marak bermunculan justru didorong supaya bisa lebih berkembang.

“Karena itu kita himbau masyarakat jangan menggunakan atau berinvestasi dengan Bitcoin. Karena kita sudah cukup banyak pengalaman, biasanya informasi yang begitu pesat seperti itu resikonya juga tinggi,” jelasnya.

Bitcoin sendiri adalah mata uang virtual yang dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto sejak 2009. Karena tingginya permintaan itu nilai tukar Bitcoin terus melambung tinggi. Bahkan hingga saat ini tercatat satu Bitcoin setara dengan Rp 258,7 Juta

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge