0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Harga Beras Diprediksi Terus Naik, Ini Penyebabnya

Pedagang beras di Pasar Legi Solo (dok.timlo.net/red)

Sukoharjo — Hujan dan banjir yang sempat terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo mengakibatkan sejumlah petani mengalami gagal panen. Kondisi ini menjadaikan stok gabah di petani nyaris tidak ada, dan harganya naik cukup siginifikan, yang pada akhirnya berimbas kepada kenaikan harga beras.

“Saya sempat menghentikan aktivitas di penggilaingan padi milik saya, karena memang mencari gabah sangat sulit. Biasanya untuk mencari lima sampai enam ton saja mudah, tapi ini nayri dua ton saja sulitnya minta ampun,” kata Marjono, pemilik penggilingan padi di Desa Parangjoro, Sukoharjo, Senin (18/12).

Selain ketersediaan gabah sangat terbatas, harganya juga semkin hari semakin naik, dari harga semula sekitar Rp 5000 per kg, kini harga gabah basah mencapai Rp 5.300, dan gabah kering mencapai Rp 5.600 per kilogramnya. Secara otomatis hal ini juga ikut mendongkrak harga beras, dengan rata-rata kenaikan harga mencapai Rp 500.

Para petani memrediksi tren kenaikan harga beras akan terus bertambah hingga awal tahun 2018 mendatang. Pasalnya, selain petani untuk saat ini belum kembali memulai tanam, permintaan kebutuhan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru juga meningkat, sehingga dipastikan harga akan terus naik.

“Saya berani memastikan harga gabah dan beras akan terus naik, karena memang stok yang sangat terbatas dan petani belum berani tanam kembali akrena cuaca kurang bagus. Selain itu menjelang perayaan hari besar dan akhir tahun seperti ini, biasanya permintaan semkin meningkat,” ujar Wijiyanto,  petani asal Kelurahan Bulakrejo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge