0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Asyiknya Berburu Bacaan di Taman Buku Alut

(foto: Raymond)

Solo – Libur akhir pekan menjadi waktu berpetuangan tiga bocah cilik Arka (6), Aya (7) dan Ana (5) menjelajah sudut-sudut Kota Bengawan. Kali ini, ketiganya tampak kegirangan menemukan buku bergambar lucu dan kumpulan cerita dongeng pengantar tidur di Taman Buku Alu-alun Utara Keraton Surakarta.

“Ini saja, gambar dan ceritanya bagus. Atau buku latihan menggambar saja,” kata Aya tampak bingung memilih buku yang akan dibelinya di sebuah lapak Taman Buku, Sabtu (16/12).

Ia sebenarnya telah membeli lima buah majalah Bobo edisi lama di lapak depan taman. Namun, begitu ia menyusuri lapak lainnya, seakan lima majalah saja belum cukup karena gadis cilik berjilbab ini melihat masih tumpukan menyediakan buku-buku favoritnya.

Ada cerita rakyat nusantara, komik, buku dongeng Disney dan sebagainya. Selama ini, hanya buku pelajaran yang diakrabi siswi kelas 2 SD Muhammadiyah Surakarta ini. Tak heran jika ia ingin berlama-lama membolak-balik buku berisi karakter jenaka untuk memuaskan imajinasi.

Adiknya, Ana juga tak kalah heboh. Adik perempuan Aya ini berulangkali meminta penjual mencari buku dongeng Frozen. Cerita menarik dua putri di kerajaan fantasi, Arendelle, selalu memberi alasan Ana memburu pernak-pernik Frozen seperti mahkota putri Ana dan Elsa dan peralatan sekolah bergambar karakter Disney itu. Tak terkecuali buku cerita bergambar Frozen alih Bahasa Indonesia.

Sedangkan Arka sibuk mengeja judul-judul buku di rak lebih tinggi. Di sana, bertumpuk buku fiksi karangan JK Rowling, yakni Harry Potter. Bocah lelaki ini agak kesulitan mengeja judul berfont tidak biasa tercetak di buku sekolahnya. Belum selesai mengeja judul, ia sudah beralih ke seri lain buku bercerita petualangan penyihir asal Inggris itu.

“Mari, silakan pilih. murah. Buku baru juga ada,” ujar salah seorang penjual seraya menunjukkan buku bersampul.

Di tumpukan teratas, ia menunjukkan buku berjudul Aku. Buku yang menorehkan skenario film berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair ternama, Chairil Anwar. Sayangnya, skenario tersebut tidak terealisasi, bahkan sampai sang penulis buku ini, Sjuman Djaya, menemui ajal.

foto: Raymond

Bentuk skenarionya seperti deretan bait-bait puisi. Tentunya belum saatnya bocah seusia Arka, Aya dan Ana menyelami kalimat-kalimat syair ala Rangga.

“Buku-buku bekas di sini murah. Rp 10 ribu dapat lima majalah Bobo lama atau judul lain yang tebalnya sama,” ujar Laily, budhe ketiga bocah itu.

Pasar buku ini terletak sekitar 200 meter dari Masjid Agung. Petunjuk yang mudah dikenali adalah pohon beringin besar di depan deretan kios.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge