0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mengais Rezeki di Lokasi Wisata, Suka Duka Penjaja Jasa Foto

Yuni, salah seorang penjaja foto di lokasi wisata "Top Selvie Pinusan”, Kragilan, Magelang, Jawa Tengah (timlo.net/achmad khalik)

Magelang – Waktu menunjukkan sekitar pukul 09.00 WIB. Udara di sekitar kawasan kaki Gunung Merapi masih terselimuti kabut tipis. Akan tetapi, dengan langkah bergegas, seorang gadis bersama dengan tiga rekannya mulai sibuk menge-set kamera ditangan mereka masing-masing. Usai melakukan pekerjaan tersebut, mereka mulai menyambut pengunjung dengan menjajakan jasa foto selvie di Kawasan “Top Selvie Pinusan”, Kragilan, Magelang, Jawa Tengah.

Ya, mereka adalah penjaja jasa foto di kawasan wisata terkenal di Kota Magelang itu. Banyak, muda-mudi yang memanfaatkan wilayah tersebut untuk ber-swafoto baik sendiri maupun bersama teman-teman mereka. Jika para pengunjung kawasan wisata tersebut ingin hasil terbaik, biasanya mereka menggunakan para penjaja jasa foto tersebut.

“Lumayan lah mas, daripada nganggur dirumah. Kalau disini kan bisa dapat uang dari pengunjung yang minta difoto,” kata Yuni, salah seorang penjaja jasa foto membuka obrolan.

Yuni in action (timlo.net/achmad khalik)

Gadis berusia 18 tahun itu, setahun terakhir menekuni jasa penjaja foto di lokasi ini. Sebelumnya, Yuni seorang petani sayuran bersama dengan kedua orang tuanya. Gadis lulusan SD itu, kadang menanam kobis, kol dan aneka sayuran lainnya untuk mendapatkan penghasilan. Namun, sejak dikenalkan dengan cara pengoperasian kamera dia mulai ketagihan dan menggunakan bakatnya itu di lokasi wisata.

“Awalnya dulu juga pegang, terus diajari caranya gunakan. Eee lha kok malah keasyikan, terus diajak temen kesini (jadi penjaja jasa foto-red) sampai sekarang,” kata gadis cantik itu dengan lugu.

Lokasi asri dikelilingi dengan hutan pinus cocok untuk kawasan ber-wefie (timlo.net/achmad khalik)

Selama menjalani profesinya tersebut, Yuni mengaku mengalami suka duka. Ada kalanya, dia mendapat penghasilan hingga Rp 1 Juta dalam sehari. Akan tetapi, ada kalanya dia hanya mendapat kurang dari Rp 50 Ribu. Padahal, dirinya telah bekerja maksimal untuk memberikan layanan foto yang terbaik.

“Bayarannya itu kan berdasarkan foto yang diambil. Perfoto kami jual Rp 2500. Jika foto yang kami ambil buruk, pengunjung tidak perlu bayar. Yang diambil yang bagus-bagus saja. Kadang,  ada juga yang sudah kami foto sampai ratusan (jepretan-red) tapi cuman ambil dua atau tiga saja. Hasilnya kan kurang dari Rp 10 Ribu,” kata gadis berparas manis tersebut.

Berbekal kamera Canon 550D itulah, Yuni menggantungkan pendapatan tiap hari. Setiap hari, dia harus memberikan servis maksimal kepada para pengunjung lokasi wisata tersebut. Mau tidak mau, kemampuan menjepret obyek harus terus ia asah agar foto yang dia ambil ‘dihargai’. Meski hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar, tapi Yuni juga memiliki impian dan cita-cita. Kedepan gadis yang mulai mekar itu ingin memiliki usaha sendiri yang lebih baik untuk merubah hidupnya kelak.

“Ya untuk saat ini, jadi tukang foto seperti ini dulu. Tapi, besok saya pengen punya usaha sendiri yang lebih baik,” katanya seraya menghampiri seorang pengunjung lokasi wisata tersebut.

Suasana segar di lokasi wisata “Top Selvie Pinusan”, Kragilan, Magelang, Jawa Tengah (timlo.net/achmad khalik)

Di lokasi wisata ini, selain menjanjikan lokasi spot foto yang menarik juga memiliki memiliki suasana sejuk dan segar. Untuk lokasi spot menarik, pengunjung hanya ditarik bayaran Rp 5.000 tiap spot. Ada juga lokasi spot di hutan pinus yang juga tak kalah menarik lainnya dan dapat digunakan secara gratis.

Kawasan “Top Selvie Pinusan”, Kragilan, Magelang, Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi menarik yang cocok untuk dikunjungi saat menikmati liburan sekolah ini.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge