0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Besuk Kiamat Jadi Program Pemkot Paling Inovatif

(Kepala Dispendukcapil Suwarta menerima trofi juara I Gelar Karya Inovasi Kota Surakarta dari Sekretaris Daerah Budi Yulistianto, sabtu (16/12) || Foto: Humas Pemkot)

Solo – Perhelatan Gelar Karya Inovasi Pemerintah Kota Solo 2017 di ditutup, Sabtu (16/12). Acara perdana itu menelurkan empat besar inovasi dari Organisasi Perangkat Daerah di jajaran Pemkot Solo.

“Kita kesulitan memilih pemenang karena selisihnya sedikit sekali. Hanya nol koma saja. Itu menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kompetisi ini,” kata Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintah LAN, Andi Taufik sebelum mengumumkan pemenang kompetisi.

Berikut empat besar kompetisi inovasi di internal Pemkot Solo 2017.

Juara I

Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dengan program inovatifnya, Besuk Kiamat (Belasungkawa Kirim Akta Kematian). Program ini mengedepankan kecepatan pelayanan pembuatan akta kematian.

Warga cukup melapor ke RT maupun RW saat ada anggota keluarga yang meninggal. Hari berikutnya, keluarga yang berbelasungkawa langsung mendapatkan dokumen kependudukan berupa Akta Kematian, Kartu Keluarga, dan KTP dengan data termutakhir.

Juara II

Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) dengan program Si Bapak On (Sistem Pembayaran Pajak Online). Program tersebut memberi kemudahan membayar bagi wajib pajak. Cukup melalui ATM atau internet banking untuk membayar 10 jenis pajak daerah.

Juara III

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) dengan Program Si Tepu (Sistem Informasi Terpadu ke PU-an). Program ini berupa aplikasi untuk melaporkan keluhan infrastrukur di Solo. Aplikasi bisa diunduh di Google Play dengan kata kunci Keluhan PUPR Surakarta.

Juara IV

Dinas Perdagangan dengan program Tape Pasar (Teknologi Aplikasi Retribusi Pasar). Program ini memudahkan Pemkot memantau pembayaran retribusi karena pembayaran dilakukan secara elektronik berdasarkan database yang dimiliki Dinas Perdagangan.

Empat pemenang tersebut dianggap unggul dalam enam kriteria utama yang ditetapkan juri yaitu service innovation (inovasi pelayanan), service delivery Innovation (cara baru dalam melayani), administratif organisational Innovation (mengubah kultur organisasi), conseptual innovation (mengubah cara pandang), policy innovation (mengubah kebijakan), sistem Innovation (melibatkan pihak-pihak lain).

Berdasarkan kriteria ini, empat inovasi pemenang itu mengalahkan enam inovasi lain yang masuk di jajaran 10 besar yang diumumkan Jumat (15/12) kemarin.

Lebih lanjut, Andi Taufik mengapresiasi Pemkot Solo yang menyelenggarakan konvensi inovasi dengan Gelar Karya sebagai puncak acara. Menurutnya, hal itu merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia.

“Ke depan saya minta Solo jadi role model. Jadi besok-besok akan banyak pemerintah daerah lain yang belajar ke sini,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge