0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Abiyasa Dialihfungsikan Jadi Kantor Berjalan, Ini Komentar Kaum Difabel

Interior bus Gatotkaca (foto: Ichsan Rosyid)

Solo – Kalangan penyandang disabiltas mengaku kecewa dengan keputusan Pemerintah Kota Solo memodifikasi bus ramah difabel Begawan Abiyasa menjadi kantor berjalan. Hal itu dinilai sebagai kemunduran lantaran Pemkot Solo telah mencanangkan diri sebagai Kota Ramah Difabel.

“Kenapa itu bus hibah dari pemerintah pusat yang awalnya digunakan untuk akses transpor difable malah dialihfungsikan. saya kira pemkot solo perlu merevisi lagi,” kata salah satu atlet Balap Kursi Roda, Doni Yulianto saat dihubungi Timlo.net, Sabtu (16/12).

Keberatan Doni cukup beralasan. Pasalnya, Begawan Abiyasa sejak awal merupakan bus yang ditujukan bagi sarana transportasi kaum difabel saat perhelatan Asian Paragames di Solo tahun 2011 silam.

Saat itu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 10 unit bus ramah difabel untuk kepentingan acara tersebut. Tahun 2012, Pemerintah Kota Solo meminta dua unit untuk dioperasikan di Solo.

foto: Ichsan Rosyid

Pemkot beralasan di Solo banyak komunitas difabel dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Tahun 2013, Pemprov menyetujui permohonan Pemkot. Dua bus pemberian Pemprov itu pun dijuluki Begawan Abiyasa. Tokoh pewayangan yang dianggap sebagai bapak kaum difabel.

“Seharusnya Pemkot meneruskan amanat Pemerintah Pusat (menyediakan transportasi bagi penyandang difabel). Bukan malah menghilangkannya,” kata dia.

Apalagi tahun depan Indonesia bakal menjadi tuan rumah Asian Paragames. Menurut rencana, Pelatihan Nasional akan dipusatkan di Solo.

“Pemkot bisa mendukung dan memfasilitasi atlet yang akan segera melaksakan pelatnas di Solo,” kata dia.

Terpisah, Kepala Pengembangan Bakat dan Minat Anak Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Sugian Noor mengaku kecewa dengan dialihfungsikannya Begawan Abiyasa menjadi mobile office.

“Dulu kami merasa senang sekali memiliki Pemerintah Daerah yang memperhatikan transportasi kaum difabel,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge