0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jembatan Kali Demangan Ambrol

Jembatan Kali Demangan ambrol tergerus air hujan, warga nekat melintas meski badan jembatan tinggal separoh (foto: Nanin)

Boyolali – Diduga tergerus air hujan, Jembatan Kali Demangan di Dukuh Mendalan, Desa Jipangan, Banyudono, ambrol. Akibatnya, akses untuk roda empat terputus. Wargapun harus berhati-hati melintasi jembatan Kali Demangan yang menghubungan Dukuh Mendalan dan Dukuh Katongan.

Jembatan selebar 2,5 meter tersebut ambrol di sisi utara-timur. Ambrolnya jembatan menyebabkan sebagian jalan di atasnya ikut longsor sehingga saat ini tinggal separuh jalan. Kendaraan roda empat terpaksa harus memutar melintasi jalan desa lainnya yang tak terlalu jauh, atau sekitar 1 km dari lokasi jembatan.

“Kita pasang tanda agar pengguna kendaraan roda empat yang belum tahu tidak melintas,” kata Sugeng, warga Dusun Mendalan, Sabtu (16/12).

Sementara bagi pengguna kendaraan roda dua, harus ekstra hati-hati melintasi badan jembatan yang tinggal separuh. Pasalnya sisa jalan cukup sempit dan bagian jalan yang sudah retak, dikhawatirkan bisa ambrol jika hujan deras kembali turun.

“Tidak apa-apa melintas, yang penting hati-hati,” ujar Margono, salah satu warga yang tiap hari melintasi jembatan tersebut.

Sejumlah warga yang menggunakan kendaraan roda dua, juga terlihat masih melintasi jembatan Kali Demangan. Mereka nekat melintas meski harus ekstra hati-hati daripada harus memutar melalui jalur lain yang jaraknya jauh.

Sementara itu, Giyono, 65, warga Desa Jipangan, mengatakan, usia jembatan Kali Demangan sudah tua. Jembatan tersebut diduga dibangun pada jaman Belanda sehingga bangunan sudah cukup rapuh. Selain itu, jembatan dibangun tanpa tulang besi.

“Waktu saya masih kecil, jembatan ini sudah ada. Mungkin dibangun jaman Belanda,” ujarnya.

Warga berharap Jembatan Kali Demangan segera diperbaiki dengan konstruksi yang lebih kuat.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge