0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengintip Interior Gatotkaca, Bus Khusus untuk Rapat

Interior bus Gatotkaca (foto: Ichsan Rosyid)

Solo – Pemerintah Kota Solo menyulap Bus Begawan Abiyasa yang didesain ramah difabel menjadi mobile office. Interior bus tersebut kini dilengkapi berbagai keperluan rapat layaknya kantor.

“Modifikasi ini sejalan dengan visi misi Kota Solo sebagai kota MICE (Meeting Incentives Convention and Exhibition),” kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Solo, Taufiq Muhammad, Sabtu (16/12).

Tampak luar, Begawan Abiyasa kini sudah jauh berbeda dari penampakannya yang lama. Sasis bus yang tadinya berkonsep sasis rendah (low deck) alias ceper kini dinaikkan seperti bus pada umumnya.

Tak hanya itu, Abiyasa yang dahulu dominan warna putih kini jadi merah menyala. Gambar tokoh Abiyasa pun berganti menjadi tokoh Gatotkaca.

Perubahan paling kentara terjadi di bagian dalam bus. Masuk dari pintu depan, penumpang langsung disambut rak barang lengkap dengan gantungan baju. Bila tidak sedang rapat, penumpang bisa duduk di sofa ungu berbahan oscar yang ditempatkan berhadap-hadapan di sepanjang koridor bus.

Di ujung belakang terdapat sofa yang nyaman mengitari meja. Sebuah TV 40 Inchi melekat di kaca belakang bagian dalam. Setting yang pas untuk sebuah pertemuan.

foto: Ichsan Rosyid

foto: Ichsan Rosyid

Kesan kantor semakin kental dengan adanya proyektor lengkap dengan layar yang bisa ditarik dari langit-langit bus. Tak hanya itu, di samping sofa penumpang ada dispenser dan coffee maker jika penumpang ingin rapat dengan ditemani secangkir kopi.

Taufiq mengatakan modifikasi bus Begawan Abiyasa menjadi mobile office membutuhkan dana Rp 190 Juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Solo. Untuk mengerjakannya, diperlukan waktu sekitar dua bulan.

“Rencananya akan diresmikan oleh Pak Wali (Walikota). Tapi kita belum tahu kapan,” kata dia.

Bus plat merah itu awalnya merupakan bus dengan konsep sasis rendah (low deck). Tujuannya untuk memudahkan akses penyandang disabilitas seperti pengguna kursi roda maupun tunanetra.

Bus buatan Cina itu dihibahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Kepada Pemerintah Kota Solo tahun 2013. Setelah dimodifikasi menjadi mobile office, kini Begawan Abiyasa berganti nama menjadi Gatotkaca.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge