0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kota Nazaret Batalkan Perayaan Natal 2017

Pohon Natal di Yerusalem. (dok: timlo.net/ metro.co.uk)

Timlo.net—Kota Nazaret, di mana Yesus tumbuh dewasa, membatalkan perayaan Natal tahun ini. Pembatalan ini sebagai bentuk protes atas pernyataan Donald Trump jika Yerusalem adalah ibukota Israel. Nazaret adalah kota Arab terbesar di Israel. Populasi Muslim dan Kristen di kota itu mencapai 760 ribu orang. Kota ini juga menjadi salah satu kota penting dalam perayaan Natal.

Juru bicara kota itu Salem Sharara berkata, “Kami memutuskan membatalkan nyanyian dan tarian Natal tradisional karena saat ini kami berada dalam konflik, karena apa yang Trump katakan soal Yerusalem.” Kota itu adalah tempat di mana Yesus tumbuh besar. Di sana dibangun Basilica of the Annunciation di pusat kota. Orang-orang Kristen percaya jika di situlah rumah ibu Yesus, Maria. Salem berkata jika pasar di kota itu dan ibadah Natal di gereja tetap diadakan seperti biasa, tulis Metro.co.uk.

Donald mengumumkan minggu lalu jika dia mengenali Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dia membalikkan kebijakan Amerika Serikat (AS) selama berpuluh tahun. Selain itu dia dianggap merusak upaya perdamaian yang ada di Timur Tengah. Satu jam setelah pengumuman itu, Kota Betlehem, tempat kelahiran Yesus dan Ramallah, di West Bank mematikan lampu-lampu Natal. Hal ini dilakukan sebagai wujud protes. Belum ada pengumuman dari dewan kota Betlehem jika mereka akan meniadakan perayaan Natal tahun ini.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge