0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Gempa, Nenek Tewas Tertimbun Tembok yang Roboh

Ilustrasi jenazah (dok.timlo.net/tya)

Timlo.net — Dampak gempa bumi yang mengguncang pesisir selatan Jawa juga terasa di Jawa Tengah. Sutopo Purwo Nugroho. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, daerah terdampak gempa yang merusak ada di Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.

Tercatat, akibat gempa semalam dilaporkan satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat. Selain itu terdapat 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang.

“Korban meninggal atas nama Aminah (80) waga Sugihwaras Gg. 1 RT 02/ RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan, korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa,” kata Sutopo, Sabtu (16/12).

Dia menambahkan, beberapa rumah sakit mengalami kerusakan sehingga pasien dievakuasi ke luar rumah sakit. Bangunan RSUD Banyumas mengalami kerusakan plafon ambrol, tembok yang retak, kebocoran instalasi pipa gas oksigen dan lainnya. Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong.

Sutopo mengatakan, BPBD bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD setempat, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat membantu penanganan darurat. “Tim Reaksi Cepat BNPB telah dikirimkan untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pendataan terus dilakukan,” imbuhnya.

Selain itu disampaikan pula masyarakat sudah kembali ke rumah seiring berakhirnya peringatan dini ancaman tsunami. “Tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa. Gempa susulan telah terjadi sebanyak tujuh kali dengan magnitude yang kecil, tidak ada dampak merusak dari gempa susulan. Aktivitas masyarakat secara umum telah kembali normal,” tegas Sutopo.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. “Hingga saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi belum dapat memprediksi gempa secara pasti. Oleh karena itu selalu tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan” kata Sutopo.

Menurutnya, gempa bumi dapat terjadi setiap saat di daerah-daerah yang rawan gempa. Saat terjadi gempa segera keluar dari rumah dan bangunan, dan berlindung di tempat yang aman. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge