0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hati-Hati, Ada Puluhan Perusahaan Investasi Terindikasi Ilegal

ilustrasi (merdeka.com)

Solo – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi ada puluhan entitas atau perusahaan investasi illegal secara nasional. Puluhan perusahaan yang terindikasi bodong atau tidak memiliki ijin tersebut dua diantaranya beroperasi di wilayah Solo dan Sragen.

“Hingga saat ini tercatat secara nasional ada sekitar 21 entitas atau perusahaan yang teridentifikasi illegal. Perusahaan tersebut terindikasi tidak memiliki izin usaha penawaran produk maupun investasi,” ujar Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Solo, Tito Adji Siswantoro kepada wartawan, Jumat (15/12).

Dari total perusahaan yang teridentifikasi illegal itu, menurutnya dua diantaranya beroperasi diwilayah Jawa Tengah, khususnya Solo dan Sragen. Untuk diwilayah Solo perusahaan tersebut bernama PT  Ayudee Global Nusantara, yang bergerak dibidang digital marketing produk kecantikan. Sementara untuk yang di Sragen, yaitu PT Raja Walet Indonesia (Rajawali) yang bergerak dibidang penjualan produk sabun.

“Meskipun bergerak dibidang perdagangan, kedua perusahaan tersebut ada indikasi melakukan penawaran investasi kepada masyarakat. Oleh karena itu selain kita melakukan pemantauan, harapannya masyarakat juga bisa lebih berhati-hati jika mendapat tawaran investasi dengan keuntungan yang tidak masuk akal,” jelasnya.

Menyikapi maraknya kasus penipuan berkedok investasi, Tito meminta agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming yang ditawarkan. Bahkan masyarakat juga diminta untuk dapat melakukan perjanjian secara tertulis saat akan melakukan investasi. Tujuannya agar dapat memiliki kekuatan hukum jika dikemudian hari terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu terkait dengan jumlah aduan yang masuk di OJK, hingga saat ini ia menyampaikan ada sekitar 170 pengaduan. Dari total itu 133 diantaranya merupakan pengaduan disektor perbankan. Kemudian 3 pengaduan dibidang asuransi, 25 pengaduan dibidang leasing, dan lain-lain ada 9 pengaduan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge