0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Diera Serba Online, Perbankan Diminta Ikut Berbenah

Commissioner Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Aviliani (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Para pelaku industri perbankan dihimbau untuk dapat memanfaatkan layanan financial technologi (fintech) dalam pemberian layanan kredit kepada nasabah. Pasalnya, jika itu tidak dilakukan dikhawatirkan debiturnya akan semakin tergerus dalam persaingan di era digital.

“Belakangan ini pembiayaan disektor mikro yang dilakukan perbankan mulai tergerus karena debitur lebih memilih menggunakan fintech. Karena dengan fintech dianggap lebih mudah, bunganya cukup kompetitif dan bahkan tanpa agunan,” ujar  Commissioner Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Aviliani kepada wartawan, Jumat (15/12).

Oleh karena itu agar dapat meningkatkan pelayanan, industri perbankan diminta untuk segera berbenah. Salah satunya berkolaborasi dengan jasa fintech, karena jika perbankan justru mengembangkannya sendiri dianggap akan semakin tertingal. Mengingat fintech bukan bidangnya selama ini.

“Sekarang itu eranya kolaborasi bukan kompetisi. Kalau perbankan mengembangkan fintech sendiri tentu akan jauh tertinggal. Karena baru mau mulai dan uji coba, perusahaan fintech tersebut sudah lebih maju lagi perkembangannya,” jelas dia.

Dengan perubahan perilaku yang terjadi dimasyarakat tersebut, dia juga mengatakan perbankan harus dapat memperbaiki pola pendekatan yang dilakukan. Pasalnya, diera serba online seperti ini produsen sudah bisa melakukan pemasaran secara langsung kepada end user. Sehingga akibatnya banyak pedagang yang justru gulung tikar.

“Kalau pedagang besar atau perseroan bisa dilakukan analisa kredit karena punya pembukuan dan cash flow yang jelas. Tapi kalau untuk produsen atau petani caranya dapat menggunakan  pendekatan perilaku dan menggunakan psikometri, terutama bagi yang tidak mempunyai agunan,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge