0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Proyek Jembatan Jokowi, Tak Semua Penerima Ganti Rugi Setuju

Warga penerima ganti rugi tanah membaca hasil apraisal (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Sebagian calon penerima ganti rugi lahan proyek pembangunan Jembatan Jokowi belum memutuskan menerima atau menolak tawaran pemerintah. Mereka akan membahas dengan anggota keluarga sebelum bersikap.

“Surat berisi laporan berapa luasan dan harga-harga per meter ini saya bawa pulang dulu. Akan dibicarakan bersama anak-anak dulu,” kata seorang warga, Sri Wagini (70) kepada Timlo.net di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (14/12) sore.

Warga di perbatasan Gondangrejo-Kebakkramat ini mengatakan, pemerintah menawarkan ganti rugi sawahnya berukuran 305 meter persegi Rp 159,3 juta. Istri almarhum Sariman ini pada intinya rela asetnya dipakai pembangunan jembatan. Hanya saja, penggunaan warisan dari suaminya itu perlu diketahui anak cucu.

Pemilik dua bidang sawah ukuran 265 meter persegi dan 357 meter persegi, Dirjo Taman juga beralasan sama. Sebenarnya, ia bisa langsung menandatanani persetujuan kompensasi dan ukuran. Namun ia memilih pulang dulu untuk membahasnya dengan keluarga besar. 

“Tanahnya dua bidang. Totalnya mau diganti Rp 1,2 miliar,” kata kakek berusia 75 tahun ini.

Mereka yang tak menyoalkan harga tawaran maupun hasil pengukuran dipersilakan menandatangani berita acara. Dalam proyek tersebut, pemerintah membutuhkan lahan privat berukuran 8.700 meter persegi milik warga Desa Plesungan, Gondangrejo dan Desa Kebak, Kebakkramat serta pemerintah desa setempat yang terbagi 22 bidang. Terdapat satu bidang lagi berupa Poskamling. 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge