0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Taksiran Harga Tanah Proyek Jembatan Jokowi

Warga penerima ganti rugi tanah membaca hasil apraisal. (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Warga dan pemerintah desa terdampak proyek Jembatan Jokowi di perbatasan Gondangrejo-Kebakkramat diundang di Rumah Dinas Bupati Karanganyar guna mendengarkan penyampaian hasil tim apraisal, Kamis (14/12) sore. Materinya seputar penaksiran harga tanah dan luasan terkena proyek infrastruktur itu.

“Pemkab siap mencairkan dana pembelian tanah seluas 8.700 meter persegi. APBD 2017 mengucurkan Rp 5 miliar. Meski, masih ada kekurangan sekitar Rp 118 juta,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU-PR) Karanganyar, Edhy Sriyatno kepada wartawan.

Dalam hal ini Pemkab menggandeng tim appraisal menggunakan jasa dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan Perwakilan Semarang. Tim membacakan satu per satu pengukuran dan penaksiran harga tanah itu kepada 22 warga pemilik bidang privat dan bidang tanah milik Pemerintah Desa Plesungan, Gondangrejo dan Desa Kebak, Kebakkramat.

Nominal terendah untuk bidang tanah warga Rp 6,1 juta dan paling tinggi Rp 1,2 miliar. Mulai dari luas terkecil 14 meter persegi hingga 622 meter persegi yang dipecah menjadi dua bidang. Tiga bidang tanah milik pemerintah desa (pemdes). Dua bidang tanah Pemdes Plesungan 282 meter persegi dengan nilai pengganti wajar (NPW) Rp 120,5 juta dan 98 meter persegi dengan NPW Rp 41,8 juta. Satu bidang tanah Pemdes Kebak seluas 3.016 meter persegi dengan NPW Rp 1,57 miliar.

Penting diketahui, pemakaian lahan di perbatasan Gondangrejo-Kebakkramat itu dalam keperluan membuka akses dua darerah yang selama ini terhalang aliran Sungai Bengawan Solo. Program pembangunannya ditangani Bina Marga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2018 mendatang. 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge