0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Alasan Tri Mengasingkan Diri ke Hutan Jati

Kondisi rumah pohon yang ditempati keluarga Marmi (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Permasalahan keluarga melatarbelakangi Tri Budianto mengajak istri dan dua anaknya mengasingkan diri ke hutan jati wilayah Wirun, Desa Plesungan, Gondangrejo. Di rumah keluarga besarnya dan istri, ia mengaku sudah tak nyaman berinteraksi.

“Tidak semuanya bisa saya ceritakan. Intinya, saya tidak akur dengan saudara ipar,” kata Tri Budiyanto kepada Timlo.net, Rabu (13/12) sore.

Tri tinggal di gardu pohon berukuran 3X2,5 meter di atas ketinggian 2 meter dari atas tanah. Gardu itu terbuat dari bambu beratap daun kering. Di dalamnya terdapat sebuah kasur lapuk dan kotor. Sudah setengah tahun Tri tinggal di sana bersama istrinya Marmi dan dua anaknya, Larisma (10) dan Fredy (9).

Tri berulangkali diminta menjawab jujur tentang masa lalunya oleh Kadus Grumbul Pring, Desa Plesungan, Gondangrejo, Supardi. Namun, Tri tetap bersikukuh tak ada yang menarik dengan masa lalunya. Ia hanya ingin terus menyendiri. Supardi ingin memastikan Tri tidak membahayakan diri, keluarga dan masyarakat karena sikapnya yang mencurigakan. Supardi mengatakan, Tri masih memiliki ibunda yang tinggal di Plesungan. Sedangkan keluarga mertuanya di Desa Kranggan.

“Rumah pohon ini sebenarnya untuk keperluan wisata alam. Tapi karena pemdes kasihan, lalu dipersilakan dipakai tinggal Tri. Pembangunannya dibantu salah seorang dosen UNS yang merasa iba. Dulunya, Tri tidur di alam terbuka hanya beralas plastik. Membiarkan istri dan anaknya seperti dirinya juga,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge