0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Penipuan Nasabah, Marketing BCA Finance Dituntut 1,5 Tahun

Ilustrasi Sidang (merdeka.com)

Solo – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo menjatuhkan tuntutan satu tahun enam bulan terhadap marketing BCA Finance, Agus Hari Fitriyanto. Terdakwa terjerat kasus turut serta dalam tindak pidana penipuan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap korban yang merupakan nasabah Bank BCA.

“Kami menuntut terdakwa sesuai Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP ayat (1),” tegas JPU, Prasetyo membacakan tuntutan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo, Kamis (14/12) siang.

Ditemui seusai persidangan, Prasetyo mengemukakan, jeratan hukum bagi terdakwa lantaran turut serta memudahkan nasabah, Rochim untuk mencari pinjaman di BCA Finance. Akan tetapi proses yang dilalui korban atau pelapor tidak sesuai prosedur yakni perjanjian akta jual beli baru dilakukan sekitar setahun setelah nasabah mendapat pinjaman sekitar Rp 12 Miliar.

“Unsurnya memenuhi (turut serta upaya penipuan-red). Terdakwa pernah datang ke rumah nasabah untuk merayu agar nasabahnya jadi meminjam modal untuk pembelian 42 unit dam truk,” jelas jaksa senior tersebut.

Usai mendapat pinjaman tersebut, lanjut Prasetyo, korban menggunakan seluruh uang untuk membeli 42 unit dam truk. Diduga, terdakwa telah melakukan mark-up Rp 2,5 Juta untuk setiap pembelian unit truk tersebut.

“Terdakwa kami tuntut sebagai turut serta dalam perkara penipuan karena yang lainnya selama ini belum terungkap,” tandasnya.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa, Muhammad Kurniawan menyangkal tuntutan jaksa.

“Saya menilai tuntutan jaksa yang ditujukan kepada kliennya tidak pas atau tidak sesuai,” tandasnya.

Menurutnya, unsur penipuan mestinya ada yang terpenuhi semisal menyerahkan suatu barang untuk mendapat keuntungan. Sedang dalam perkara ini, kliennya hanya sebagai marketing yang menerima order dari BCA Finance lalu menjalankan tugasnya untuk mencari bahan dari tempatnya bekerja, mengolah produk yang pada akhirnya terjadilah pencairan dana pinjaman. Untuk menentukan cair atau tidaknya dana pinjaman tentunya yang berwenang atasan kliennya.

“Nah setelah dana pinjaman cair, itu kan mestinya yang bertanggungjawab atasannya. Bukan malah kliennya yang dipidanakan,” jelas Kurniawan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge