0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kelangkaan Elpiji Tiga Kilogram Dongkrak Inflasi

Gudang elpiji tiga kilogram di Karanganyar (foto: Setyo Pujis)

Solo – Pengetatan distribusi elpiji tiga kilogram yang dilakukan oleh Pertamina kepada para pangkalan dianggap turut mendorong laju inflasi kota Solo. Pasalnya, akibat pengetatan yang dilakukan itu komoditas elpiji subsidi di tingkat pengecer menjadi langka dan harganya tak terkendali.

“Dari pantauan yang kita lakukan pada November lalu, komoditas elpiji masuk dalam 10 besar komoditas utama penyumbang laju inflasi kota Solo,” ujar Kepala BPS kota Solo, R Bagus Rahmat Susanto kepada wartawan, Kamis (14/12).

Komoditas utama penyumbang laju inflasi tersebut diantaranya adalah tarif angkutan udara, teh manis, telur ayam ras, mie, bawang merah, elpiji tiga kilogram, bawang putih, petai, labu siam dan bayam segar.

Dari sekian komoditas tersebut, menurutnya sumbangan elpiji tiga kilogram terhadap laju inflasi kota Solo sebesar 0,027 persen. Besarnya sumbangan elpiji itu, karena ditingkat pengecer harganya melabung tinggi dari HET yang sudah ditetapkan sebesar Rp 15,500 per tabung.

“Karena langkanya komoditas elpiji itu, harga ditingkat pengecer menjadi tidak terkendali. sehingga wajar jika berdampak kepada laju inflasi,” jelasnya.

Terpisah, Sales Executive Elpiji Soloraya, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV, Adeka Sangtraga Hitapriya menyampaikan, pengetatan distribusi elpiji tiga kilogram kepada para pangkalan bertujuan agar komoditas subsidi tersebut bisa tepat sasaran. Terlebih sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan distribusi sampai dengan pangkalan.

“Karena kalau semua dilempar ke pengecer tentu proses pengawasan akan menjadi sulit. Karena kewenangan kita hanya melakukan pengawasan sampai di pangkalan saja,” terangnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge