0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sadis, Sebelum Dimutilasi, Mulut dan Hidung Korban Dilakban

ilustrasi penganiayaan (dok.redaksi/Timlo.net)

Timlo.net – Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Muhammad Kholili terhadap istrinya sendiri, Siti Saidah (20) menjadi sorotan publik. Aksi sadis pria Karawang ini dilatarbelakangi cekcok di antara keduanya.

Wakapolres Karawang Kompol M Rano Hadianto menuturkan, Kholil tega membunuh karena istrinya seringkali menuntut hal-hal yang tidak disanggupi suaminya. Saat cekcok, istrinya juga sering menyudutkan orang tua Kholil.

“Pelaku membunuh isterinya sendiri dengan cara menghantam bagian leher korban dengan menggunakan tangan kosong,” kata Wakapolres Karawang Kompol M Rano Hadianto, dalam ekspos pengungkapan kasus mutilasi di Mapolres Karawang, Kamis (14/12).

Setelah korban tak berdaya, pelaku menutup bagian hidung dan mulut korban menggunakan lakban, sampai akhirnya korban meninggal dunia. Selanjutnya, pelaku memotong-motong bagian tubuh korban dengan menggunakan golok lalu membuang kepala dan kaki korban ke daerah Tegalwaru, Karawang.

Sedangkan badan korban dibuang di daerah Desa Ciranggon, Majalaya, Karawang. Di Desa Ciranggon itu, pelaku juga membakar badan korban.

“Jadi pelaku sempat menyimpan mayat korban di rumah kontrakannya di Dusun Sukamulya, Kecamatan Telukjambe Timur selama dua malam. Baru kemudian potongan mayat istrinya itu dibuang di dua tempat berbeda,” kata Wakapolres.

Aksi pembunuhan dilakukan 3 Desember 2017. Selanjutnya dilakukan mutilasi, dan bagian kepala serta kaki korban dibuang ke daerah Tegalwaru pada 5 Desember.

Keesokan harinya, 6 Desember, pelaku membuang bagian badan korban dan dibakar di sekitar daerah Ciranggon, Majalaya. Pelaku melakukan mutilasi dan pembakaran terhadap korban dengan tujuan menghilangkan jejak serta memudahkan untuk membuang mayatnya.

“Pelaku membuang korban dengan membungkus plastik ukuran besar di dua lokasi. Mayat korban dibawa dengan menggunakan sepeda motor,” kata dia.

Aparat kepolisian mulai mengungkap kasus pembunuhan sadis itu pada 7 Desember dan diketahui pelakunya pada 12 Desember 2017. Teka teki pembunuhan terungkap setelah suami korban sempat datang ke RSUD berpura-pura mengaku kehilangan istrinya.

Kepolisian menemukan kejanggalan dari pemeriksaan suami itu. Sampai akhirnya dia mengakui perbuatannya membunuh istrinya. Pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti alat kejahatan serta barang bukti lainnya yang terkait dengan korban.

Atas perbuatannya itu, pelaku diancam pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara selama 20 tahun.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge