0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Fakultas Teknik UMS Gelar ICETIA 2017

Wakil Rektor I UMS Muhammad Dai saat membuka ICETIA 2017 (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar International Conference on Engineering, Technology, and Industrial Application (ICETIA) 2017 di  Solo.

Acara yang berlangsung selama dua hari berturut-turut , Rabu – Kamis (13 -14/12) dengan Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri XVI (RAPI XVI) dan The 3rd International Conference on Science, Technology and Humanity (ISETH ke-3).

“Acara ini merupakan wujud kepedulian Fakultas Teknik UMS untuk menjawab tantangan zaman dengan membawa rekayasa teknik dan penerapan industri ke dalam lingkup yang semakin luas,” jelas Ketua Panitia ICETIA 2017 Agus Dwi Anggono kepada wartawan, di Kantor Humas UMS, Kampus Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (14/12).

Menurut Agus, ICETIA kali ini mendatangkan Prof Chandratilak De Silva Liyanage dari Universiti Brunei Darussalam. Liyanage telah menerbitkan lebih dari 160 makalah di bidang Signal Processing (Speech & Image), Internet of Things (IoT), Sensor Integration, Power System Analysis dalam konferensi internasional, dan jurnal dalam konvensi nasional Jepang.

“Bahkan Liyanage memegang satu hak paten nasional Jepang dan berhasil dijual ke Sony Corporation Jepang untuk penggunaan komersial. Selain itu juga memegang 1 paten AS dan 1 Brunei,” ungkapnya.

Saat pembukaan Wakil Rektor I Bidang Akademik UMS, Muhammad Da’i mengaku optimis, simposium dan konferensi ini akan memberikan kontribusi yang sangat berharga dan membantu untuk pengembangan teknologi ramah lingkungan. Selain itu memberikan dasar yang sangat berguna untuk penerapan di industri untuk lebih sustainable.

“Ide-ide inovatif dan capaian-capaian riset dari makalah-makalah yang dipresentasikan diharapkan memberi sumbangan yang signifikan pada pengembangan proses, bahan, dan energi ramah lingkungan. Hal ini untum mengurangi dampak aktivitas manusia terhadap pemanasan global dan sebagai upaya secara bersama-sama mencegah perubahan iklim global,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge