0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

BKKBN: Katakan Tidak pada Nikah Dini

Direktur Advokasi dan KIE BKKBN Sugiyono saat sosialisasi KIE Kreatif KKBPK di Wonogiri yang dibuka dengan tari Gambyong Pareanom (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Program komunikasi, infomasi dan edukasi (KIE) yang digeber BKKBN dengan menerapkan upaya pendekatan persuasif akomodatif dimasyarakat diklaim paling baik. Hal demikian dilakukan dalam mengurangi berbagai aspek permasalahan yang ada, salah satunya adalah pernikahan dini.

“Kita menerapkan motivasi dari berbagai aspek. Semisal dari remaja itu sendiri atau dari,kultur dan orang tuanya,” ungkap Direktur Advokasi dan KIE BKKBN Sugiyono kepada awak media, di sela Sosialisasi KIE Kreatif  KKBPK di Kelurahan Wuryorejo, Wonogiri, Kamis (14/12).

Terkait persoalan tersebut, pihaknya secara fokus memberikan motivasi terhadap kader-kader di tingkat bawah  agar lebih mengetahui paparan program KB tidak hanya secara garis besar saja. Ia juga menyatakan, pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan yang selama ini ada di Wonogiri.

“Maka motivasi kita adalah katakan tidak pada nikah dini, katakan tidak pada seks pra nikah dan katakan tidak pada penyalahgunaan NAPZA. Ketiga substansi tersebut akan diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya di kalangan remaja melalui program KIE ini,” kata dia.

Menanggapi hal itu, papar Sugiyono, penting bagi remaja mendapatkan informasi resiko pernikahan dini, karena menyangkut kesiapan remaja dari sisi kesehatan maupun perkembangan emosional.

“Disamping itu menjelaskan bagaimana menunda perkawinan sampai usia tertentu dan mengusahakan agar kehamilan pertama seorang perempuan sudah dalam usia yang cukup dewasa. Remaja harus dibekali oleh pengetahuan yang baik dan benar mengenai kesehatan reproduksi dan usia perkawinan serta Informasi yang berkaitan dengan rencana remaja dalam kehidupan berkeluarga, informasi itu harus mudah diakses oleh remaja tidak hanya melalui media saja tapi peran serta orang tua,” bebernya.

Di hadapan ratusan kader KB di Wonogiri, Sugiyono menambahkan, perlu adanya pemahaman dan pengetahuan  kader-kader KB dalam rangka membantu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, agar mereka mampu menempuh jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge