0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPK Tanggapi Tudingan Kuasa Hukum Setnov

Febri Diansyah (merdeka.com)

Timlo.net —¬†Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan tim kuasa hukum Setya Novanto (Setnov) mengajukan segala argumennya dalam eksepsi terhadap surat dakwaan yang disusun oleh jaksa penuntut umum. Hal itu menanggapi tim kuasa hukum Setnov, Maqdir Ismail yang mempertanyakan tiga nama politikus PDIP yang tidak tercantum namanya dalam surat dakwaan milik Setya Novanto. Ketiganya adalah Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, dan Olly Dondokambey.

“Silakan seluruh keberatan dituangkan di eksepsi atau proses lanjutan di sidang nanti. Saat ini KPK fokus pada uraian perbuatan SN (Setya Novanto),” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (14/12).

Dia menjelaskan segala fakta persidangan akan ditindaklanjuti dan dipelajari lebih lanjut. Febri juga mengatakan seluruh pihak-pihak yang diduga menerima uang terkait proyek senilai Rp 5,9 triliun itu telah dituangkan dalam surat kelompok-kelompok yang diuraikan dalam surat dakwaan.

Mantan aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) itu menambahkan segala peristiwa yang tertuang dalam surat dakwaan bisa berkembang, sesuai fakta persidangan nanti.

“Ini tentu dapat terus berkembang sesuai dengan fakta yang muncul di persidangan,” katanya.

Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada KPK. Kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail beralasan ada sejumlah fakta-fakta yang tidak dicantumkan pada surat dakwaan, salah satunya penerima uang yang diduga berasal dari korupsi.

Usai persidangan, Maqdir menyebut tiga politisi yang sebelumnya pada dakwaan Irman dan Sugiharto disebut menerima uang, namun pada surat dakwaan Setya Novanto nama-nama tersebut tidak ada.

“Makanya saya tadi katakan kenapa di perkara ini kok tiba-tiba nama Ganjar yang terima uang hilang, bukan hanya Pak Ganjar, Yasonna Laoly hilang, Olly Dondokambey hilang,” ujar Maqdir, Rabu malam.

Hilangnya nama-nama tersebut tak pelak menimbulkan pertanyaan bagi pihak Setya Novanto dan kuasa hukum. Maqdir bahkan menyebut dugaan adanya negoiasi yang saat ini dilakukan oleh komisi antirasuah itu.

“Apa yang terjadi, negosiasi apa yang dilakukan oleh KPK,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan menggali fakta tersebut dalam proses persidangan selanjutnya dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sementara itu, berdasarkan surat dakwaan milik Setya Novanto disebutkan sejumlah anggota DPR RI periode 2009-2014 menerima uang dari proyek bancakan tersebut, di antaranya; Miryam S haryani sebesar USD 1.200.000, Markus Nari sebesar USD 400.000, Ade Komaruddin sebesar USD 100.000, dan M Jafar Hafsah USD 100.000.

Dan beberapa anggota DPR RI periode 2009-2014 sejumlah USD 12.856.000 dan Rp 44 miliar. Maqdir merujuk pada surat dakwaan sebelumnya milik Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ganjar disebut menerima USD 520.000, Yasonna Laoly menerima USD 84.000, dan Olly Dondokambey menerima USD 1,2 juta.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge