0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahli Bedah Otak Ini Mengaku Alami Kehidupan Setelah Kematian

Otak manusia. (dok: timlo.net/ ubergizmo. )

Timlo.net—Pertanyaan ke mana kita pergi setelah mati menjadi salah satu misteri terbesar selama berabad-abad. Seorang pria mengaku tahu jawabannya. Dia adalah ahli bedah otak, Dr. Eben Alexander. Pada 2008, Eben koma selama seminggu dan mendokumentasikan apa yang bisa dia ingat saat koma dalam sebuah buku “Living in a Mindful Universe: A Neurosurgeon’s Journey Into the Heart of Consciousness.”

Dalam buku itu Eben mengaku dia mengalami sensasi seolah dia menaiki sorga atau sesuatu yang setara dengan tempat itu. Saat itu dia mengalami infeksi otak yang disebut meningoencephalitis. Kesempatan hidupnya hanya dua persen.

Bahkan dokter memberitahu keluarganya jika dia akan mati dan dia ditempatkan di dalam ventilator medis supaya hidup lebih lama. Pada saat itulah dia mulai mengalami aktivitas yang tidak biasa.

Pria berusia 63 tahun itu dikabarkan berkata jika sebuah cahaya muncul dari atas. Dan dia mulai mendengar musik. “Sebuah entitas bundar, mengeluarkan musik yang saya sebut the Spinning Melody. Cahaya terbuka seperti sebuah robekan. Dan saya merasa memasuki robekan itu, menuju sebuah lembah hijau, di mana air terjun bersinar terang menuju kolam-kolam kristal. Di sana ada awan, seperti marshmallow pink dan putih. Di belakangnya, langit bernama hitam biru tua, dengan pohon, tanah dan binatang dan orang-orang. Ada air juga, mengalir ke sungai-sungai atau turun sebagai hujan. Kabut muncul dari permukaan air dan ikan-ikan berenang di dalam air,” ujarnya dilansir oleh Indy100.com.

Tentu saja karena hal ini adalah pernyataan seorang pria. Tidak ada cara untuk membuktikan kebenarannya. Eben juga menerbitkan buku berjudul “Proof of Heaven”. Dia percaya adanya kehidupan sesudah kematian.

“Bukti pengalaman nyaris mati begitu banyak. Tapi bukti bagaimana itu terjadi belum ada,” ujarnya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge