0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

KPK ‘Gerah’ dengan Ulah Setnov

Febri Diansyah (merdeka.com)

Timlo.net – Sidang perdana kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto (Setnov) yang digelar Rabu (13/12) kemarin menuai reaksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah tersebut meminta seluruh pihak agar tidak menggunakan alasan sakit demi menghindari proses hukum.

Sejak dimulainya persidangan sekitar pukul 10.30 WIB hingga 21.10 WIB, Setya Novanto tidak merespons pertanyaan yang diajukan majelis hakim. Ketua DPR itu duduk dengan kepala tertunduk di kursi terdakwa tanpa menjawab pertanyaan majelis hakim.

“Kami harap ke depan jadi pembelajaran bagi semua pihak yang jadi tersangka, terdakwa atau bahkan saksi agar tidak menggunakan alasan sakit yang dapat menghindari atau menunda proses hukum,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (14/12).

Lebih lanjut, Febri kembali mengingatkan agar seluruh pihak mengikuti proses hukum tanpa ada upaya menghambat dengan cara-cara tertentu. Sebab, imbuhnya, upaya menghambat proses hukum memiliki risiko pidana sendiri.

Apalagi, ujar Febri, dalam persidangan Setya Novanto kemarin dokter yang berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan dokter yang bertugas di KPK menyatakan kondisi terdakwa kasus korupsi e-KTP itu sehat dan layak untuk dihadirkan pada persidangan.

“Kami percaya dengan contoh yang diberikan IDI dan RSCM, hal tersebut tidak perlu terjadi di dunia medis. Kalaupun ada kondisi benar-benar sakit tentu dari hasil pemeriksaan yang objektif akan terlihat,” ujarnya.

Diketahui Setya Novanto didakwa memperkaya diri sendiri sebesar USD 7.3 juta dan mendapat jam tangan mewah Richard Mille seharga USD 135 ribu terkait proyek e-KTP.

Setya Novanto didakwa dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge