0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebelum Sidang Perdana, Setnov Sempat Main Tenis Meja

Setnov jalani sidang kasus e-KTP (merdeka.com)

Timlo.net — Drama sidang perdana Setya Novanto berakhir saat jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwaan milik ketua DPR itu. Setya Novanto didakwa memperkaya diri sendiri USD 7.300.000 dan orang lain terkait proyek e-KTP.

Sidang dinyatakan dibuka oleh majelis hakim pukul 10.30 WIB di ruang Kusuma Atmadja I, Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/12). Di awal persidangan, Setya Novanto atau akrab disapa dengan Setnov itu menunjukan sikap tak kooperatif dengan tidak menjawab pertanyaan majelis hakim. Ketua umum nonaktif Partai Golkar itu mengeluh sakit. Pengakuan Setnov itu ditampik jaksa penuntut umum.

Tim jaksa penuntut umum yang diwakili Irene Putri mengatakan, jelang sidang perdana, kondisi Setnov terpantau sehat cenderung aktif. Hal ini ditandai kegiatan Setnov bermain tenis meja di Rutan KPK.

“Pada 18 November, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memberikan assesment, dan menyatakan (Setya Novanto) sehat dan sudah bisa bermain tenis meja sampai Selasa sore dan kondisi-kondisi itu kami pantau terus,” ujar Irene di hadapan majelis hakim sekaligus membantah pengakuan Setnov dan tim kuasa hukumnya, Rabu (13/12).

Setnov pun tak merespon sanggahan tim jaksa penuntut umum. Kuasa hukum Setnov, Maqdir Ismail berkukuh kliennya sakit sehingga sidang tidak bisa dilanjutkan.

Dia juga menegaskan, diare yang dialami Setnov benar adanya. Pengakuan Setnov, dia mengalami diare sehingga bolak balik ke toilet sebanyak 20 kali.

“Saya tahu bahwa beliau mulai mengeluh sakit perut dan diare sejak Jumat pagi Senin pagi juga masih mengeluh. Setiap hari jam per jam dia mencatat berapa kali dia ke belakang untuk buang air besar. sekali lagi kalau ada anggapan bahwa tadi malam hanya 2 kali apa betul setiap walta (pengawal tahanan) mengecek tahanannya,” ujar Maqdir.

Selama persidangan Setnov juga beberapa kali meminta izin ke toilet. Majelis hakim menyilakan, tanpa bantuan orang lain, Setnov pun berdiri dari kursi pesakitannya.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge