0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Operasi Pasar Gagal Tekan Harga Beras

Pedagang beras  di Pasar Legi (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Operasi pasar untuk komoditas beras yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama dengan Bulog pada akhir pekan lalu tidak berdampak banyak kepada harga beras di pasaran. Pasalnya, harga beras medium yang berlaku di pasaran saat ini masih relatif cukup tinggi atau diatas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Untuk harga beras medium beberapa pekan ini terus merangkak naik. Saya sendiri menjual beras medium mulai dari Rp 9 Ribu hingga Rp 13 Ribu per kilogram,” ujar salah seorang pedagang beras di Pasar Legi Solo, Ali kepada wartawan, Rabu (13/12).

Menurutnya, untuk beras rojo lele dari sebelumnya Rp 12 Ribu sekarang naik menjadi Rp 13 Ribu per kilogram, C4 dari sebelumnya Rp 11 ribu menjadi Rp 12 Ribu per kilogram dan C4 dengan kualitas paling rendah dari sebelumnya Rp 8 Ribu menjadi Rp 9 Ribu per kilogram. Tingginya harga jual itu karena menyesuaikan dengan harga beli yang diambil dari pemasok.

Terkait dengan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog dan Pemkot, ia menyampaikan sejauh ini tidak berdampak banyak. Hal itu karena operasi pasar yang dilakukan kurang sosialisasi. Sehingga kebanyakan para pedagang didalam pasar tidak banyak yang mengetahui.

“Para pedagang didalam pasar ini kebanyakan malah tidak tahu kalau ada operasi pasar. Padahal kalau tahu, kita bisa ikut beli supaya harga jual yang kita lakukan bisa lebih rendah,” jelasnya.

Pedagang lainnya, Suyatmi menambahkan, tingginya harga jual beras yang berlaku di pasaran karena banyak petani yang gagal panen. Akibatnya, karena sedikitnya pasokan itu harga ditingkat pengecer ikut merangkak naik.

“Kalau pengecer itu yang menjadi acuan harga beli. Kalau belinya sudah mahal, kita juga menyesuaikan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge