0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polair Sita Bahan Peledak dari Kapal Nelayan

Kepolisian Perairan Udara (Polair) Polda Sulsel menangkap tiga nelayan di perairan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Senin (11/12) malam. ()

Timlo.net – Kepolisian Perairan Udara (Polair) Polda Sulsel menangkap tiga nelayan di perairan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Senin (11/12) malam. Ketiganya diringkus setelah mengangkut bahan peledak berupa bom ikan siap pakai.

Ketiga pelaku berinisial AK (38), R (28) dan B (43). Para pelaku yang kini berstatus tersangka merupakan pemilik sekaligus nakhoda kapal.

Direktur Direktorat Polair Polda Sulsel, Kombes Purwoko Yudianto mengatakan, barang bukti diamankan dari sampan para pelaku berupa 13 liter kristal amonium nitrate di dalam kemasan botol plastik dan jerigen. Lalu tujuh detonator terangkai sumbu, sembilan sumbu api, dua kompresor, empat pasang sepatu bebek dan empat roll selang.

“Penangkapan ketiga nelayan ini berdasarkan informasi warga yang ditindaklanjuti anggota. Saat digeledah di atas kapal dan sampan-sampannya ditemukan peralatan selam dan bom-bom ikan siap pakai,” kata Purwoko di Mako Polair, Rabu (13/12).

Purwoko mengatakan, perbuatan para nelayan ini adalah ilegal fishing. Mereka disangkakan melanggar Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.

“Pada pasal 84 ayat (1) sub pasal 84. Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar,” ujar Purwoko.

Sejumlah anak buah kapal turut diamankan dalam penangkapan ini. Namun para ABK itu masih berstatus saksi.

“Tidak tertutup kemungkinan di antara ABK itu meningkat statusnya jadi tersangka jika hasil pemeriksaan menyebutkan juga punya peran dalam aksi ilegal fishing tersebut,” kata dia.

Dia melanjutkan, seluruh peraian di wilayah Sulsel sangat rawan dengan kegiatan ilegal fishing. Meski sosialisasi mengenai pelarangan ilegal fishing, masih ada juga nelayan yang nekad menjalankannya antara lain karena desakan ekonomi.

Sementara personel Direktorat Polairud Polda Sulsel sangat terbatas. Hanya sekira 200 orang dan itu pun terbagi di beberapa kabupaten.

“Itulah sebabnya kita tidak bisa melakukan pemantauan secata detil, kita kurang personil,” kata Purwoko.

Dia menambahkan, ada penguatan personel dari Mabes Polri berikut dengan dua kapal operasionalnya. Masing-masing kapal ada 25 personel jadi totalnya ada 50 orang personel BKO dari Mabes Polri.

Dalam catatan Dit Polairud ada 19 kasus ilegal fishing dengan total tersangka 27 tersangka hingga di penghujung tahun ini. Lokasi penangkapan antara lain di perairan Makassar, perairan Pangkep, perairan Bone dan perairan Selayar.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge