0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waspadai Penipuan Berkedok Investasi, Jangan Sampai Ingin Untung Malah Buntung

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Mudahnya bisnis investasi dalam meraup keuntungan menjadi modus operandi para pelaku aksi tipu-tipu. Tak terhitung, berapa korban yang telah ‘termakan’ dengan modus penipuan yang memanfaatkan bisnis investasi. Modus tersebut dilancarkan untuk menjerat korban agar mau menyerahkan sejumlah uang atau barang berharga dengan ‘suka rela’ kepada pelaku hingga akhirnya dibawa kabur.

Bermodal ucapan yang meyakinkan para korban, disertai bukti sejumlah investor yang telah mendapat keuntungan, membuat pelaku dengan mudah menjerat korbannya. Tak ayal, hal ini akan terus menjadi rantai setan yang tak akan pernah ada putusnya.

Di tahun ini, terdapat dua kasus penipuan yang menonjol di Kota Solo. Salah satunya, dilakukan oleh pasangan suami istri, Djody Wisnubroto (45) dan Dina Yunita (40) warga Jalan Arifin No10 RT06/ RW03 Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Dalam menjalankan aksinya, pasangan ‘penipu kompak’ ini menggunakan iming-iming pembagian keuntungan sebesar lima persen dari uang yang ditanamkan.

Pelaku kasus investasi bodong yang dilakukan oleh pasangan suami istri (timlo.net/achmad khalik)

Untuk meyakinkan para korbannya, keduanya juga memberikan surat kesepakatan kepada mereka. Surat tersebut berisi perjanjian dengan keuntungan yang akan dibagi. Namun, seiring berjalannya waktu janji yang diberikan tersangka hanyalah bohong belaka. Sedangkan, uang yang telah disetorkan tidak kunjung dikembalikan.

Kasus ini terbongkar, setelah adanya laporan dari BS (54) warga Mojosongo, Jebres, Solo dan ERW (54) warga Purwaprajran, Jebres, Solo yang melapor terkait uang miliknya yang dibawa kabur. Polisi menjerat kedua tersangka itu dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hingga saat ini, kasus tersebut masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo.

Kasus teranyar, adalah modus penipuan yang dilakukan oleh Haryanto alias Yusak (61) warga Jebres, Solo. Dalam menjalankan aksinya, tersangka berani memberikan iming-iming keuntungan hingga 10-12 persen dari nilai investasi yang ditanamkan oleh para korban. Dengan iming-iming tersebut, tentu saja korban tergiur dan ingin menanamkan investasi kepada tersangka. Akan tetapi, keuntungan yang dinikmati oleh korban hanya sekali dua kali. Hingga akhirnya, tersangka kabur dengan membawa uang investasi korban. Saat ini, kasus tersebut masih didalami oleh penyidik Polresta Solo.

Terkait maraknya kasus penipuan dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah tersebut, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan bisnis investasi. Jangan tergiur dengan untung yang dijanjikan oleh pelaku kejahatan. Akan tetapi, selalu waspada dan berhati-hati dalam menginvestasikan uang dan harta benda yang dimiliki.

“Investasi apapun boleh, tapi jangan tergiur untung. Pengennya untung malah jadi buntung. Maka dari itu, hati-hati dan waspada dengan bisnis investasi. Apalagi yang memberikan janji keuntungan yang besar,” himbau Kasatreskrim.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge