0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Mirip di Film, Begini Proses Penangkapan Tersangka Kasus Investasi Bodong

Tersangka kasus penipuan investasi bodong saat diamankan di Mapolresta Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Penangkapan Haryanto alias Yusak (61), tersangka kasus penipuan dengan dugaan kerugian mencapai ratusan miliar berlangsung dramatis. Peristiwa penangkapan yang dilakukan terhadap warga Jebres, Solo itu diunggah di akun instagram Polantas Indonesia.

Video penangkapan kasus penipuan investasi bodong itu dilakukan oleh Satreskrim Polresta Solo bersama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten. Nampak dalam video yang telah ditonton sebanyak 125 ribu tayangan tersebut, sebuah mobil Patwal Satlantas Polres Klaten menghadang laju mobil jenis Honda Mobilio N 481 NI warna abu gelap yang dikendarai tersangka di sepanjang jalan penghubung Klaten- Yogjakarta.

Usai dihadang, mobil yang dikendarai tersangka juga dipepet dengan menggunakan mobil jenis Nissan plat AD 7993 ST dari sisi kiri mobil tersangka. Setelah terjepit, seorang anggota Polisi langsung membuka pintu sisi kanan pengemudi dan mengeluarkan tersangka dari dalam mobil.

Dalam video tersebut juga terdengar percakapan bahwa tersangka akan dibawa ke Mapolresta Solo. Tersangka tiba di Mapolresta Solo sekitar pukul 18.00 petang kemarin.

“Di Kota Solo, total kerugian diperkirakan mencapai ratusan miliar. Untuk korban yang lain di luar Solo belum kita rekap sepenuhnya, masih kami dalami,” terang Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, Selasa (12/12) siang.

Akun Instagram Polantas Indonesia yang mengunggah kronologi penangkapan tersangka kasus investasi bodong di Kawasan Klaten (instagram)

Video tersebut telah mendapat ratusan komentar, salah satu akun @indahmonicasari menulis proud of you Pak Polisi, saya sebagai korban masih seperti mimpi dia bisa ketangkap. Akun itupun mendapat respon pertanyaan, akan tetapi tidak ada jawaban kembali.

Kasus ini bermula dari modus tersangka yang mengiming-imingi para korban keuntungan berlipat jika menanamkan investasi kepada dirinya. Keuntungan yang didapat korban, bias mencapai 10-12 persen dari investasi yang ditanamkan. Tersangka menjalankan aksi kejahatannya antara tahun 2014-2015 silam. Selama dua tahun terakhir, tersangka diburu lantaran adanya laporan dari para korban. Hingga akhirnya, tersangka berhasil dibekuk di kawasan Kabupaten Klaten pada Senin(11/12)  kemarin.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge