0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aplikasi Solo Destination Banyak Diunduh dari Mancanegara

​Kepala Diskominfo-SP Sri Wardhani Poerbowidjojo memperagakan aplikasi Solo Destination kepada wartawan di ruangannya, Selasa (12/12). (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Tren teknologi itu dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan “mengaplikasikan” layanan-layanan publiknya dalam aplikasi Solo Destination. Pada tahap awal, Pemkot menggelar soft launching aplikasi tersebut tahun 2014 untuk mengenalkan aplikasi tersebut ke khalayak. Sejak saat itu, aplikasi yang didominasi warna merah itu sudah bisa diunduh melalui google play store di ponsel Android. Dua tahun kemudian, Solo Destination digeber dalam event Grand Launching di Car Free Day.

“Sampai sekarang, Solo Destination sudah diunduh lebih dari 20 ribu kali,” kata Kepala Seksi Infrastruktur Dinas Komunikasi Informatika Statistika dan Persandian (Diskominfo-SP), Taufan Redina saat berbincang dengan wartawan, Selasa (12/12).

Jumlah tersebut memang belum banyak bila dibanding 500 ribu penduduk Solo. Hanya empat persen. Apalagi, menurut demografi pengunduh yang terpantau dari dashboard Diskominfo-SP, kebanyakan pengunduh justru berasal dari Cina dan Australia. Indonesia baru muncul di peringkat tiga. Taufan sendiri tidak tahu pasti siapa saja pengguna aplikasi ini.

“Kita tidak tahu apakah yang mengunduh itu wisatawan dari luar negeri, atau warga Solo yang tinggal di sana (Cina dan Australia) terus kangen Solo lalu mengunduh aplikasi itu,” kata dia.

Meski demikian, Taufan mengatakan jumlah pengunduh Solo Destination masih lebih banyak dibanding aplikasi sejenis besutan Pemkot Jakarta, Qlue. Dari sisi jumlah, pengunduh Qlue memang lebih banyak. Seratus Ribu kali unduh. Namun angka tersebut hanya mencakup satu persen jumlah penduduk Jakarta yang mencapai 10 juta jiwa.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge