0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Penilaian Puan tentang Jalannya Kartu Indonesia Pintar

Perwakilan siswa SMP Negeri di Klaten penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) ATM Siswa Yatim (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menilai program Kartu Indonesia Pintar (KIP) sudah berjalan baik. Bahkan dia mengklaim penerimanya tepat sasaran.

“Kami melihat KIP secara nasional sudah berjalan baik. Lalu mulai tahun ini anak-anak bisa mengambil (bantuan) KIP melalui bank. Dan itu tentu saja bisa membuat bantuan lebih tepat sasaran, by name, by address, sekolahnya, anaknya siapa,” kata Menko PMK Puan Maharani di Klaten, Selasa (12/12).

Meski begitu, lanjut dia, jika penyaluran KIP masing-masing siswa SD, SMP, SMA/SMK menerima Rp 450 Ribu, Rp 750 Ribu, dan Rp 1 Juta itu jika masih ada masalah tentu pihaknya tetap melakukan evaluasi.

“Uang bisa diambil di bank. Bagi siswa SD – SMP ke BRI, sedangkan SMA/SMK ke BNI. Untuk tahun depan (KIP) akan tambah menjadi 19,4 Juta. Sekarang (tahun ini) 17,9 Juta penerima,” ujar Puan.

Dalam kunjungan kerjanya di SMPN 1 Cawas itu, Puan bukan hanya menyerahkan KIP ATM Siswa Yatim. Dia juga membagikan 80 unit komputer dan buku bacaan di 4 SMP Negeri di Klaten, termasuk SMPN 3 Bayat, SMPN 3 Gantiwarno, dan SMPN 1 Wedi.

Menurut dia, program dari Kemendikbud tersebut bertujuan agar tiap siswa di sekolah bisa mengoperasikan komputer. Apalagi ada sebagian sekolah di Klaten yang perangkat komputernya rusak karena terdampak bencana banjir akibat siklon tropis Cempaka beberapa waktu lalu.

“Program Kemendikbud ini tentu saja untuk membantu sebagian sekolah di Klaten. Apalagi saya dengar ada musibah hujan kebanjiran jadi perangkat komputer rusak, ada juga karena bocor.

Yang pasti agar bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembelajaran di sekolah,” katanya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Cawas, Hartoyo mengatakan, bantuan 20 perangkat tersebut tentunya menambah inventaris sekolah serta membantu pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Mei 2018 mendatang.

“Untuk dampak banjir kemarin, Alhamdulillah letak laboratorium komputer berada di lantai atas. Jadinya tidak rusak. Namun banyak karpet kotor yang sudah kami cucikan dan plitur meja kursi yang luntur,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge