0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Lembaga Penyiaran Bukan Alat Pemenangan Calon

(Rakor pengawasan Partisipatif Panwaslu. (Foto:Raymond))

Karanganyar – Lembaga penyiaran perlu bijak melepas informasi ke publik terkait pasangan calon (paslon) dalam pemilu kepala daerah (pilkada). Jangan sampai kontennya diprotes karena dianggap memihak atau justru merugikan paslon.

“Banyak persepsi muncul ketika momentum itu. Ada yang senang maupun benci. Bisa terjadi tidak hanya di lembaga penyiaran elektronik, seperti radio dan televisi, tapi juga bisa dilakukan media cetak juga,” kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng Budi Setyo Purnomo di Karangpandan, Senin (11/12).

“Pemilihan pembawa acara juga bisa menjadi celah. Host yang berpihak pada paslon tertentu, pasti akan mengajukan pertanyaan yang baik-baik saja. Ini harus dicermati. Liputan wartawan di lapangan juga harus dicermati, agar tidak muncul kesan memihak,” tuturnya.

Sehingga, Badan Pengawas Pemilu (Bapilu) Karanganyar, Jawa Tengah diimbau lebih jeli terhadap penayanan dari Lembaga Penyiaran Indonesia, terutama program siaran jelang Pilkada 2018. Lembaga penyiaran, lanjut Budi, jelang Pilkada sering kali menjadi salah satu sarana untuk mencuri star kampaye, baik sebatas memberikan informasi yang berbeda terhadap salah satu calon maupun sampai menyampaikan visi misi Paslon.

Oleh karena itu, lembaga penyiaran harus benar-benar selektif dan cermat dalam menayangkan hal yang berkaitan dengan Paslon.

“Lembaga penyiaran harus jeli dalam menyiarkan informasi, agar tidak terkesan memihak salah satu paslon ataupun tidak netral. Ini berlaku tidak hanya lembaga penyiaran elektronik namun juga media cetak,” terangnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge