0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Kendaraan yang Kena Sanksi Gembok Menurun

Salah satu mobil digembok oleh petugas (timlo.net/heru)

Solo – Jumlah kendaraan bermotor yang kena sanksi gembok Dinas Perhubungan (Dishub) Solo tahun 2017 menurun. Namun selisih angka pelanggaran di tahun ini dibanding tahun 2016 terlalu sedikit. Dinas Perhubungan tidak mengklaim bahwa penurunan tersebut dipicu oleh penggembokan yang dilakukan.

“Tahun ini ada 265 kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat yang terjaring razia parkir,” kata Kepala Seksi (Kasi) Parkir Umum dan Khusus Dishub Solo, Henry Satya Negara saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa(12/12).

Kendaraan tersebut terjaring razia parkir yang rutin digelar Dishub setiap bulan dari Januari hingga Desember. Menurut catatan Henry, pelanggaran paling banyak dilakukan di bulan November dengan total 66 kasus.

“Tapi secara umum menurun dibanding tahun lalu,” kata dia.

Total kendaraan bermotor yang digembok Dishub sepanjang 2016 tercatat mencapai 276 unit. Meski terjadi penurunan, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno mengatakan hal itu tidak bisa menjadi patokan perubahan perilaku pengguna jalan. Apalagi selisih angka tahun ini dibanding tahun lalu terlalu kecil untuk dijadikan acuan.

“Sampai sekarang kan kita belum tahu apakah gembok itu menimbulkan efek jera atau tidak,” kata dia.

Setiap kendaraan yang digembok dikenai biaya buka gembok sebesar Rp 100 Ribu. Pendapatan yang didapat dari pembayaran disetorkan langsung ke pos pendapatan lain-lain dalam Kas Daerah.

Kendati menjadi pendapatan bagi Pemkot, tambah Hari, penggembokan kendaraan bermotor yang dilakukan Dishub lebih ditujukan sebagai sarana edukasi dan sosialisasi kepada pengguna jalan. Dengan alasan itulah, Dishub tidak mematok target jumlah kendaraan yang digembok setiap tahunnya.

“Tidak bisa ditarget. Kalau perlu targetnya tidak ada yang melanggar jadi tidak ada yang digembok,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge