0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pertamina Klaim Stok Elpiji Cukup untuk 17 Hari

Elpiji 3 Kg mulai langka (dok.timlo.net/nanin)

Timlo.net – PT Pertamina (Persero) berupaya menjaga pasokan elpiji 3 kg dalam status aman. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar (OP) di sejumlah wilayah.

Pada OP yang dilakukan di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa Tengah, pasokan elpiji 3 Kg terpantau aman. Berdasarkan data dari Kabupaten Indralaya, Sumatera Selatan, telah disediakan 560 tabung elpiji 3 Kg dan terserap sebanyak 220 tabung.

“Selain itu, OP di Kecamatan Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu dialokasikan 560 tabung, dan hampir terserap seluruhnya, yakni 557 tabung. Sementara bagi masyarakat di Kecamatan Tanjung Redeb dan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Pertamina menyediakan 2.240 tabung LPG tiga Kg dan terserap 1.933 tabung,” ujar SVP Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra di Jakarta, Selasa (12/12).

Di Kabupaten Pekalongan, Pertamina mengalokasikan sebanyak 1.680 tabung, masing-masing 560 tabung untuk Kecamatan Tirto, Kecamatan Karanganyar, dan Kecamatan Kajen. Dari seluruh stok elpiji 3 Kg daerah-daerah tersebut, hanya pasokan di Kecamatan Kajen yang terserap seluruhnya, yakni sebanyak 560 tabung. Di Kecamatan Tirto, terserap 160 tabung, dan di Kecamatan Karanganyar sebanyak 275 tabung.

Saat ini, ketahanan stok nasional elpiji mencapai 17,1 hari. Sesuai ketentuan, ketahanan stok elpiji nasional adalah 11 hari, sehingga saat ini kondisi stok elpiji dalam jumlah yang sangat cukup.

“Stok LPG 3 Kg Pertamina tersedia dengan baik. Penyaluran sudah lebih dari kebutuhan normal karena sampai hari ini masih ada penambahan volume penyaluran. Laporan yang kami terima, kondisi di daerah hari ini baik,” lanjut Basuki.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harya Adityawarman mengungkapkan bahwa Ditjen Migas Kementerian ESDM telah menerjunkan tim untuk memantau secara acak pasokan LPG di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Hari Senin (11/12), Ditjen Migas telah menginstruksikan para penyidik pegawai negeri sipil (PPNS), inspektur migas dan staf Ditjen Migas untuk serentak secara random (acak) melakukan monitoring LPG tiga kg di Jabodetabek. Hasil monitoring akan kami sampaikan dalam rapat bersama PT Pertamina hari Selasa. Selanjutnya akan diambil langkah tindaklanjut penyelesaian,” jelas Harya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge