0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Demo Protes Kebijakan Donald Trump Merebak

Demo Trump di Kedubes AS, Jakarta (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Indonesia menolak kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Gelombang unjuk rasa memprotes sikap politik Trump menyebar di banyak daerah.

Di Medan, ratusan mahasiswa yang terdiri dari anggota HMI, PMII, KAMMI, GMKI dan GMNI demo di depan Uniland Plaza, lokasi kantor Konsulat Jenderal (Konjen) AS, Senin kemarin.

Dalam aksinya, massa mengecam kebijakan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Kami meminta kepada Konjen AS untuk menyampaikan aspirasi terkait pernyataan Donald Trump yang telah melanggar perdamaian dunia,” ucap Septian Fujiansyah, salah seorang pemimpin aksi.

Aksi berlangsung di bawah pengamanan pihak kepolisian. “Kita siapkan 250 personel gabungan dari Polda, Polrestabes dan jajaran serta dari Brimob,” kata AKBP Tatan Dirsan Atmadja, Waka Polrestabes Medan.

Di Tangerang, massa dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah berunjuk rasa di depan restoran siap saji McDonald’s.

Massa yang mengatasnamakan Laskar Santri Nusantara mengutuk keras sikap Trump. Dalam aksi tersebut, massa memblokir jalan dari arah Ciputat menuju Lebak Bulus, Jakarta. Sehingga kemacetan panjang pun terjadi.

Setelah berorasi di depan kampus UIN, para pendemo kemudian melakukan long march ke McDonald Ciputat yang berada tak jauh dari kampus UIN Ciputat.

Pendemo juga menyegel restoran cepat saji McDonald dan melemparinya dengan telur busuk ke arah papan merk McDonald’s.

Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara, Didik Setiawan menyatakan, aksi tersebut sebagai bentuk kecaman terhadap pengakuan sepihak yang dilakukan Presiden Amerika Donald Trump.

“Kami mengutuk sikap Donald Trump,” tegas dia di Ciputat, Senin (11/12).

Pihaknya juga meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat yang telah secara nyata melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB atas Yerusalem.

Di Surabaya, 20 mahasiswa demonstrasi di dekat kantor Konjen AS Jalan Raya Citra Raya Niaga, Kecamatan Lakarsantri. Demo berlangsung ricuh sebabnya mereka berusaha menerobos masuk menuju kantor Konjen AS.

Namun terus dihadang aparat kepolisian yang melakukan penjagaan sejak pagi. Sehingga, massa aksi dari kalangan mahasiswa itu terus mendapat perlawanan dari aparat kepolisian. Bentrokan pun tak terelakan, mereka saling dorong. Aparat kepolisian mendorong mahasiswa, supaya tidak mendekati kantor Konjen AS.

Tapi, mahasiswa terus melakukan perlawanan, sehingga terjadi kericuhan. Karena, tidak diperbolehkan untuk masuk, mendekat kantor Konjen AS, massa aksi dari kalangan mahasiswa itupun melakukan bakar ban di dekat lokasi. Tapi, dianggap mengganggu, aparat kepolisian terpaksa memadamkannya dengan alat pemadam kebakaran.

“Kami meminta Konjen AS di Surabaya supaya meninggalkan dari Bumi Pertiwi Pahlawan, tanah Surabaya. Akan memboikot produk Amerika yang ada di Indonesia,” teriak koordinator aksi, Hayik.

Di Makassar, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya mendatangi restoran cepat saji KFC di Jl AP Pettarani, Sabtu (9/12). Aksi ini dikawal jajaran Polsek Rappocini dan tim resmob Polrestabes Makassar. Mereka segel paksa restoran ini sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Trump.

“Sengaja kami datangi restoran KFC karena ini adalah salah satu simbol Amerika Serikat sebagai bentuk protes kami terhadap pernyataan Donald Trump tentang Yerusalem. Kita akan boikot sampai besok yang bertepatan dengan peringatan hari HAM internasional, yang kita tahu rakyat Palestina saat ini berhadapan dengan peristiwa-peristiwa HAM,” kata Andi Jimmi Rusman, ketua umum HMI Cabang Gowa Raya.

Menurut dia, sikap Trump menyebut Yerusalem ibu kota Israel merupakan bentuk kediktatoran. Jimmi berharap aksi ini dapat menjadi awal gerakan massif untuk menyampaikan ke dunia bahwa umat Islam di Indonesia memprotes dan mendesak Donald Trump untuk segera menarik pernyataannya.

“KFC ini kita tutup 24 jam artinya karena mulai ditutup pukul 17.00 WITA berarti baru bisa dibuka besok pukul 17.00 WITA. Dan kami akan pantau,” tandas Jimmi.

Ada pun Bilham Bangsawan, manager restoran KFC mengatakan, aksi mahasiswa ini cukup berpengaruh karena pelanggan jadi ketakutan, anak-anak menangis dan akhirnya pulang.

“Kerugian pasti ada tapi kami belum hitung. Apalagi kalau dipaksa segel sampai besok. Sementara ini kami ikuti instruksi Kapolsek untuk mengikuti kemauan mahasiswa meski demikian tetap akan berkoordinasi dengan KFC pusat,” ujar Bilham Bangsawan.

Mengenai aksi tentang Yerusalem ini, Bilham Bangsawan mengatakan, pihaknya ikut mendukung apapun sikap pemerintah Indonesia.

Di Bandung, ratusan warga menggelar demonstrasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro. Dalam orasinya, mereka mengutuk klaim sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Yerusalem ibu kota Israel.

Sebelum orasi, massa menggelar aksi long march dari Masjid Pusdai, diikuti kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, wanita hingga orang tua.

Koordinator aksi 1112 Ali Bayanullah Al Hafidz menegaskan bahwa Palestina merupakan tanah suci bagi kaum muslimin dunia. Ia meminta Presiden AS Donald Trump menarik pernyataannya.

“Krisis di Palestina saat ini merupakan tanggungjawab dan kewajiban kaum muslimin di dunia. Apalagi, Masjid al Aqsha yang merupakan kiblat pertama dan tempat Nabi Muhammad melakukan Isra’ Mi’raj ada di Yerusalem,” ujarnya disela aksi.

Sementara di Jakarta, ribuan massa simpatisan PKS demo di depan kedutaan besar Amerika. Dipimpin sejumlah ustaz dan petinggi PKS, partai berlambang bulan dan padi itu memprotes keras sikap Trump.

Presiden PKS Sohibul Iman meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dengan berkoordinasi dengan negara-negara OKI untuk mengambil sikap global terhadap Donald Trump.

“PKS terus mendorong agar Pemerintah Republik Indonesia lebih proaktif mendesak negara-negara anggota OKI dan Dewan Keamanan PBB serta masyarakat Internasional untuk segera meresponsnya dengan tindakan politik dan diplomatik yang lebih tegas dan nyata dalam menyelamatkan bangsa Palestina dari penjajahan Israel dan kolaboratornya, yakni Amerika Serikat,” ujar Sohibul, Minggu (10/12).

Dia juga menuntut agar Presiden Amerika Serikat itu segera menarik pernyataannya mengenai ibu kota Israel di Jerusalem. Sohibul beralasan, pernyataan Donald telah melanggar tiga resolusi PBB.

“Tiga resolusi PBB itu ada pada No 242 tahun 1967, No 478 tahun 1980, dan No 2334 tahun 2016,” tukasnya.

“PKS juga mendukung segala upaya Pemerintah Republik Indonesia dan seluruh Organisasi Masyarakat Indonesia untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina agar memperoleh kemerdekaan dan hak penguasaan atas kota Yerusalem (Al-Quds),” tandasnya. [cob]

Ssumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge